Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banten berhasil menangkap buaya muara yang kerap muncul ke permukaan area tambak udang dan meresahkan warga di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang Banten.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tangerangonline.id buaya ini berukuran 3 meter dengan berat 100 kilogram buaya tersebut sering mengganggu aktifitas warga setempat, Selasa (4/4/2023).
Kepala Resor Konservasi Wilayah III BKSDA Serang, Tuwuh Rahadianto Laban mengungkapkan, bahwa hampir tiga minggu pihaknya berupaya memasang jerat untuk menangkap buaya tersebut akan tetapi upayanya tak membuahkan hasil.
“Ada laporan dari warga ada buaya sekitar area tambak kita pasang itu hadang jerat tapi 3 minggu tidak membuahkan hasil buaya itu muncul ke daratan warga sudah ada 3 bulanan lalu,” ungkapnya kepada Tangerangonline.id saat dihubungi telepon WhatsApp.
Dikatakannya, agar tak membahayakan masyarakat sekitar buaya muara ini dilakukan penangkapan dibantu oleh warga setempat secara manual.
“Kita tangkap itu dengan cara yang manual pakai tali tambang bersama dengan warga, oh iya tentu sangat menggangu aktifitas warga terutama di area tambak,” kata Tuwuh.
Ia melanjutkan, bahwa buaya muara tersebut yang memiliki ukuran panjang 3 meter ini sering mengganggu sehingga menjadi kekhawatiran warga dan pekerja tambak tersebut.
“Oh iya yang jelas pas kebetulan area sungai dan area tambak pasti dia akan nyerang buaya itu, buaya itu sering berpindah-pindah dari lokasi A pasti pindah ke lokasi B gitu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, besar kemungkinan buaya lainnya masih ada lantaran tempat ini habitatnya dekat aliran sungai wilayah tersebut.
“Oh iya karena itu habitatnya ada disitu menurut pengakuan warga udah ada dari dulu. Karena area itu area jelajahnya dia (buaya) hidupnya itu muaranya dekat dengan laut disitu,” jelasnya.
Sementara buaya tersebut dievakuasi di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banten, rencananya buaya tersebut akan dipindahkan di penangkaran.
“Sekarang saya evakuasi di kantor tapi rencananya aka kita titip rawatkan di penangkaran terlepas nanti penangkaran yang mana itu pengunjuk pimpinan, mungkin bisa ke penangkaran Muruy atau kebun raya Bogor,” tandasnya. (Dan)

