Mesin Pompa Air Banjir Milik Pemkot Tangerang Dicuri

By
2 Min Read

Aset vital pengendali banjir milik Pemerintah Kota Tangerang dilaporkan hilang dicuri. Mesin pompa diesel yang berfungsi untuk mengurangi genangan air di wilayah Karawaci raib dan menyebabkan kerugian negara hingga puluhan juta rupiah.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Cimone Jaya, saat petugas Operasional dan Pemeliharaan melakukan pengecekan rutin di lokasi. Mesin diesel berkapasitas 23 PK dengan bobot sekitar 150 kilogram diketahui sudah tidak berada di tempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut mesin tersebut merupakan aset daerah yang dibeli melalui anggaran pemerintah.

“Ini adalah barang milik negara yang sangat penting untuk operasional pompa banjir. Kehilangannya sudah kami laporkan ke pihak kepolisian,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Berdasarkan perhitungan sementara, nilai kerugian akibat pencurian tersebut mencapai sekitar Rp37 juta. Mesin tersebut sebelumnya masih terpantau aman saat pemeriksaan terakhir pada pertengahan Maret.

Kini, yang tersisa hanya unit pompa tanpa penggerak, sehingga sistem pengendalian banjir di wilayah tersebut tidak dapat berfungsi optimal.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga setempat, mengingat peran pompa sangat penting dalam mencegah genangan air masuk ke permukiman saat hujan deras.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas PUPR Kota Tangerang tengah melakukan pendataan di sejumlah titik lain untuk memastikan tidak ada kejadian serupa. Selain itu, pengajuan pengadaan mesin pengganti juga telah dilakukan melalui skema anggaran pemerintah.

“Kami usulkan penggantian melalui APBD Perubahan maupun anggaran murni agar penanganan banjir tetap berjalan,” tambahnya.

Pemerintah berharap kasus ini segera terungkap, sekaligus menjadi perhatian untuk meningkatkan pengamanan terhadap aset publik di lapangan.

TAGGED:
Share This Article