AirNav Indonesia meluncurkan terobosan baru untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi karyawan hingga ke wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) melalui skema Administration Services Only (ASO). Peluncuran dilakukan di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Rabu, 10 Juni 2026.
Direktur SDM dan Umum AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo, mengatakan bahwa ASO menjadi strategi perusahaan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi.
“Implementasi ASO ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh penerima manfaat, yaitu karyawan,” ujar Didiet.
“Ini berbeda dengan konsep asuransi, karena pendanaan disediakan langsung oleh perusahaan dan dikelola secara administratif oleh AdMedika,” jelasnya.
AirNav Indonesia saat ini memiliki 4.758 karyawan dengan total penerima manfaat kesehatan mencapai 13–14 ribu orang termasuk keluarga inti.
Didiet menekankan bahwa layanan kesehatan harus diberikan secara maksimal agar karyawan dapat mendukung operasional navigasi penerbangan yang berlangsung 24 jam setiap hari.
Sebelum adanya ASO, karyawan di daerah terpencil kerap kesulitan membayar layanan kesehatan secara tunai untuk kemudian melakukan reimburse.
Kondisi ini menyulitkan, terutama di Papua. Dengan ASO, karyawan kini dapat menikmati layanan kesehatan cashless di fasilitas rekanan, didukung verifikasi digital dan efisiensi pengelolaan dana kesehatan.
Direktur Utama AdMedika, Dian Prambini, menambahkan bahwa melalui aplikasi MyAdMedika dan layanan AdClaim, peserta dapat mengakses rawat jalan, rawat inap, telemedicine, hingga reimbursement secara digital.
Anggota Dewan Pengawas AirNav Indonesia, Daryatmo, mengapresiasi langkah ini.
“Kami berharap, akan ada efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan biaya kesehatan oleh perusahaan. Serta dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi karyawan dan keluarganya di mana pun mereka berada,” ujarnya.
Dengan implementasi ASO, AirNav Indonesia berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung keberlangsungan operasional navigasi penerbangan nasional. (Rmt)

