Community Care Bandara Soetta Ajak Anak Kenal Dunia Penerbangan

By
2 Min Read
InJourney Airports Edukasi Anak tentang Keselamatan Penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Suasana Hari Anak Nasional 2026 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terasa berbeda.

Bukan hanya deru pesawat yang mendominasi, tetapi juga lantunan musik tradisional dan tawa riang anak-anak yang memenuhi terminal.

Melalui program Pojok Budaya dan Community Care, bandara terbesar di Indonesia ini menghadirkan ruang yang tak sekadar menjadi gerbang perjalanan, melainkan juga panggung pelestarian budaya dan arena edukasi bagi generasi muda.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menekankan bahwa bandara bukan sekadar gerbang konektivitas, melainkan ruang interaksi budaya dan edukasi.

“Karena itu, kami ingin menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan masyarakat, baik melalui pelestarian budaya lokal maupun kegiatan edukatif yang mampu menginspirasi generasi muda,” ujar Heru, Sabtu (25/7/2026).

Seni Tradisional di Terminal

Program Pojok Budaya tahun ini memberikan dukungan kepada Sanggar Satya Swastika, termasuk peningkatan sarana, pelatihan, dan pengembangan kompetensi.

Sanggar tersebut menampilkan tari khas Tangerang di Terminal 2 (23 Juli) dan Terminal 1C (24 Juli), menghadirkan suasana hangat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada penumpang domestik maupun internasional.

Dengan tema “Melestarikan Budaya, Mengembangkan Potensi, Tunjukkan Aksi,” Pojok Budaya dapat memperkuat ekosistem seni lokal dan membuka ruang kolaborasi antara bandara dan komunitas budaya.

Edukasi Anak tentang Keselamatan Penerbangan

Selain itu, program InJourney Community Care mengundang 51 siswa dari sekolah sekitar bandara, seperti SDN Jurumudi Baru dan SDN Bojong Renged.

Petugas memperkenalkan profesi Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), termasuk perlengkapan APD, armada pemadam kebakaran khusus bandara, dan peralatan keselamatan penerbangan kepada anak-anak.

“Kami percaya bahwa keberadaan bandara harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya melalui layanan operasional, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat,” tutur Heru.

Melalui dua program ini, Soekarno-Hatta berharap bandara bukan hanya pusat mobilitas, tetapi juga ruang yang menghadirkan manfaat sosial, budaya, dan pendidikan secara berkelanjutan. (Rmt)

Share This Article