Perubahan lingkungan strategis yang semakin cepat dan kompleks, pembangunan pemimpin militer yang profesional, adaptif, dan berkarakter menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan kekuatan pertahanan nasional.
Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika memberikan pembekalan kepada 100 Perwira Siswa (Pasis) Seskoau Angkatan ke-64 Tahun Pendidikan 2026 di Gedung Widya Mandala I Seskoau, Lembang, Jawa Barat.
Dalam pembekalan itu hadir Kasau Marsekal TNI M Tonny Harjono, Kabaglog Kemhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan pejabat teras Kemhan dan TNI AU
Sjafrie menyebut sejarah perjuangan bangsa tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tapi juga sumber inspirasi dalam membangun karakter kepemimpinan dan memperkuat daya juang generasi penerus TNI.
“Nilai patriotisme, nasionalisme, dan profesionalisme dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan pertahanan yang terus berkembang,” tandas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dalam keterangan Dispenau, Kamis (18/6/26) di Jakarta.
Sjafrie menekankan pentingnya pembentukan pemimpin masa depan yang harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, pengalaman penugasan, dan pengembangan kapasitas diri.
“Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi untuk membangun pemimpin yang visioner, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta siap mengambil keputusan dalam lingkungan strategis yang dinamis,” kata Sjafrie.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan, pembekalan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan, kualitas kepemimpinan, dan profesionalisme para Pasis Seskoau sebagai calon pemimpin TNI AU yang akan berperan dalam menjaga kesiapan organisasi sekaligus mengawal transformasi kekuatan udara Indonesia di masa depan.(rls/MRZ)

