Kesenian tradisional Indonesia, khususnya Gambang Kromong, menghadapi tantangan akibat menurunnya minat generasi muda yang lebih tertarik pada budaya populer dan perkembangan teknologi digital. Minimnya regenerasi serta kurangnya ruang kreativitas menyebabkan seni tradisional semakin jarang dikenal. Padahal, Gambang Kromong memiliki nilai penting sebagai identitas budaya dan sarana memperkuat kebersamaan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di RW 009 Puri Pamulang, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan minat remaja usia 15–25 tahun terhadap seni tradisional melalui pelatihan musik, pembentukan Sanggar Mini Orkestra Gambang Kromong Remaja, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi budaya. Pendekatan ini diharapkan mampu menghubungkan pelestarian budaya dengan perkembangan teknologi yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, praktik memainkan alat musik Gambang Kromong, serta pelatihan pembuatan konten digital menggunakan platform seperti TikTok dan Instagram Reels. Selain meningkatkan keterampilan peserta, kegiatan ini juga melibatkan tokoh masyarakat agar tercipta komunikasi yang baik antara generasi muda dan generasi senior dalam mendukung pelestarian budaya.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memainkan alat musik Gambang Kromong serta memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan kesenian daerah. Pembentukan Sanggar Mini Orkestra menjadi wadah pembinaan yang mampu meningkatkan keterlibatan pemuda dalam kegiatan budaya. Program ini juga berhasil memperkuat hubungan antargenerasi, menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya lokal, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan seni di lingkungan RW.
Pemanfaatan media sosial terbukti membantu memperluas jangkauan promosi kesenian tradisional sehingga lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda. Dengan pendekatan yang kreatif dan adaptif, pelestarian budaya tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang kuno, melainkan sebagai aktivitas yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil menunjukkan bahwa kolaborasi antara pelestarian seni tradisional, pemberdayaan pemuda, dan pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Ke depan, program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui dukungan pemerintah, pengurus lingkungan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sehingga Gambang Kromong tetap lestari sebagai identitas dan kebanggaan warga.

