Tongkat komando Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi berganti. Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dan menunjuk Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai penggantinya.
Pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tersebut berlangsung setelah DPR RI menyetujui pemberhentian Listyo Sigit sekaligus pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru.
Keputusan tersebut menjadi babak baru dalam kepemimpinan Polri setelah Listyo Sigit memimpin institusi tersebut sejak 2021.
Suyudi sebelumnya merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolda Banten sebelum dipercaya memimpin BNN.
Proses pergantian Kapolri berlangsung relatif cepat. Presiden Prabowo sebelumnya mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI yang berisi usulan pemberhentian Listyo Sigit dan pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri.
Surpres tersebut kemudian ditindaklanjuti DPR melalui Komisi III dengan menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi.
Dalam proses tersebut, Suyudi memaparkan visi dan misinya sebagai calon Kapolri serta agenda yang akan dijalankannya untuk memimpin Polri.
Komisi III DPR RI kemudian memberikan persetujuan terhadap Suyudi untuk menduduki jabatan Kapolri. Persetujuan tersebut selanjutnya dibawa ke rapat paripurna DPR RI.
Dalam rapat paripurna, DPR menyetujui pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri sekaligus menyetujui pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
Dengan keputusan tersebut, kepemimpinan Polri resmi memasuki era baru di bawah Suyudi Ario Seto.
Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Listyo Sigit yang telah berlangsung selama lebih dari lima tahun.
Suyudi kini menghadapi tanggung jawab besar memimpin institusi dengan struktur organisasi yang luas serta tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.
Dengan bergantinya pucuk pimpinan tersebut, perhatian publik selanjutnya tertuju pada langkah awal Suyudi sebagai Kapolri, termasuk arah kebijakan dan program yang akan menjadi prioritas dalam kepemimpinannya.

