Strategi Garuda Indonesia Group Sambut Lonjakan Wisatawan MotoGP Mandalika 2026

By
4 Min Read
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. (tangerangonline.id)

Perhelatan MotoGP™ Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika yang memicu gelombang pergerakan wisatawan yang luar biasa.

Momen sport tourism ini tak lagi sekadar agenda olahraga tahunan, melainkan telah bertransformasi menjadi periode puncak pergerakan penumpang (peak traffic period) baru yang menyamai keriuhan musim libur Hari Raya maupun akhir tahun.

Merespons lonjakan permintaan penerbangan yang kian membumbung, Garuda Indonesia Group mengambil langkah proaktif.

Maskapai penerbangan nasional ini menyiagakan lebih dari 14 ribu kursi penerbangan khusus untuk periode 7 hingga 12 Oktober 2026.

Langkah strategis ini mencakup penyediaan 6.384 kursi dari Garuda Indonesia serta 7.740 kursi dari penerbangan Citilink.

Guna mengalirkan lalu lintas udara yang kian padat menuju Lombok, Garuda Indonesia Group rata-rata mengoperasikan 7 hingga 8 penerbangan harian.

Perusahaan juga menambah 26 penerbangan ekstra pada rute-rute sibuk, seperti Jakarta-Lombok pp dan Surabaya-Lombok pp.

Operasikan Pesawat Wide-Body

Bahkan, Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat berbadan lebar (wide-body) jenis Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300 pada empat jadwal penerbangan untuk memaksimalkan kapasitas angkut penumpang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menjelaskan bahwa pertumbuhan ajang balap Mandalika kini memegang peran sentral dalam peta pariwisata nasional.

“Dalam konteks industri penerbangan, momentum MotoGP kini menjadi salah satu recurring peak traffic period yang perlu diantisipasi secara terencana, sebagaimana periode Hari Raya, libur akhir tahun, maupun peak season tahunan lainnya,” ujar Glenny pada Selasa (7/10/2026).

“Karena itu, kesiapan kapasitas dan konektivitas udara menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan demand dapat dilayani secara optimal,” tambahnya.

Glenny menjelaskan bahwa dampak positif sport tourism memicu efek pengganda (multiplier effect) yang menyentuh berbagai lini ekonomi lokal.

Geliat penumpang tidak berhenti pada arena balap semata, melainkan mengalir deras ke sektor perhotelan, moda transportasi darat, kuliner lokal, pelaku UMKM, hingga objek-objek pariwisata di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Ekosistem aviasi dan pariwisata memiliki keterkaitan yang sangat erat. Ketika sebuah event internasional mampu menciptakan demand yang kuat dan berulang, konektivitas udara memiliki peran strategis dalam memastikan pergerakan wisatawan terdistribusi dengan baik sekaligus memperluas dampak ekonominya bagi daerah,” jelas Glenny.

Melengkapi penambahan kapasitas penerbangan, Garuda Indonesia menghadirkan rangkaian program spesial bagi para calon penumpang.

Anggota GarudaMiles

Anggota GarudaMiles mendapat kesempatan menukarkan poin mereka dengan tiket 3 Day Pass MotoGP™ Mandalika lewat aplikasi FlyGaruda hingga 7 Oktober 2026.

Selain itu, penumpang yang membeli tiket perjalanan menuju Lombok pada periode 5-8 Oktober 2026 untuk jadwal penerbangan 5-11 Oktober 2026 berpeluang memenangkan tiket gratis MotoGP Mandalika untuk 10 pemenang beruntung lewat akun Instagram resmi @garuda.indonesia.

Langkah inovatif ini mengarahkan fokus maskapai pada penguatan sinergi antara konektivitas udara dan pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkesinambungan.

“Bagi Garuda Indonesia Group, konektivitas bukan hanya mengenai membawa penumpang menuju sebuah destinasi, tetapi bagaimana aksesibilitas tersebut dapat mendorong pergerakan ekonomi yang lebih luas. Momentum MotoGP menunjukkan bagaimana aviasi, pariwisata, dan penyelenggaraan event dapat tumbuh sebagai satu ekosistem yang saling memperkuat,” tutur Glenny. (Rmt)

Share This Article