Dalam beberapa waktu kebelakang permintaan terhadap tembakau talas beneng dari Kabupaten Pandeglang terus meningkat sampai kemancanegara.
Ardi Maulana sebagai petani dan kini menjadi pelaku usaha talas beneng di Kabupaten Pandeglang mengatakan, ada lima negara yang menampung hasil panen talas beneng dari Kabupaten Pandeglang.
Bentuk olahan yang dikirim kelima negara itu pun berbeda-beda salah satunya Negara Turki, Slandia dan Australia.
“Selama ini Australia dan Selandia” Baru meminta daun kering talas beneng sebanyak 20 ton. Untuk India dikirim berupa Umbi Gaplek sebanyak 40 ton per bulan, sedangkan ke Turki 50 ton. Sementara olahan tepungnya di kirim ke Malaysia sebanyak 50 ton per bulan,” terang Ardi Maulana saat ditemui kantor CV Putra Petani Gunungkarang di Kp Cilaja Pandeglang kepada media Jumat 5 Pebruari 2021.
Namun Ardi mengaku tingginya permintaan tersebut malah membuat petani talas beneng kewalahan. Sehingga, jumlah produksi yang masih terbatas hingga membuat permintaan dari pasar luar negeri belum seluruhnya bisa terpenuhi.
“Saat ini baru ada tujuh workshop yang mengelola talas beneng dari Kecamatan Ciomas Kelurahan Juhut Desa Saninten Kecamatan Kaduhejo Kecamatan Mandalawangi, Kecamatan Jiput, Kecamatan Sobang, Kecamatan Cisata dan Kecamatan Cibaliung,” sebut lelaki muda yang awalnya menjadi securiti disebuah perusahaan di Tangerang ini. (Den)

