Home Home ​Arief Rahman Hakim, Juru Rias Bertabur Penghargaan Internasional

​Arief Rahman Hakim, Juru Rias Bertabur Penghargaan Internasional

0

Arief Rahman Hakim, pria berusia 39 tahun berprofesi sebagai seorang juru rias. Alumni SMKN Tata Boga Tarogong Garut itu, mulanya tak memiliki hubungan dengan dunia rias kecantikan. Namun, usahanya untuk menggali nilai-nilai kecantikan lokal Indonesia dan memperlihatkannya kepada dunia dalam bentuk tata rias membuatnya menjadi termasyur.
Tak sedikit beragam penghargaan telah diraihnya. Maka tak heran dia kini menyandang status sebagai pakar tata rias internasional.

Gerakan tangannya yang begitu cepat dan tangkas. Dengan sangat terampil, dia memoleskan make up mulai dari bedak, lipstik, eye shadow hingga mascara di wajah salah satu model yang dihadirkan dalam seminar tata rias Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Tangerang di gedung serba guna Pemerintah Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu.

Ratusan pasang mata terlihat tak henti-hentinya menatap aksi Arief, sang juara umum kontes Ines Beauty Award Bandung tahun 2016 yang terus lihai menggores kuas make up rias. Tampak para peserta seminar yang rata-rata memiliki usaha rias pengantin di Kabupaten Tangerang mengabadikan momentum dengan handphone masing-masing sambil sesekali melirik ke arah wajah sang model.

Dia menceritakan awal minat dirinya terjun di dunia tata rias. Berawal dari bekerja di sebuah hotel swasta dan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 1998. Lalu, dirinya mencoba usaha katering atas pengalaman bekerja di hotel. Karena relasi yang dimilikinya kebanyakan pengusaha tata rias pengantin, disitulah dirinya berminat terjun ke dunia tata rias.

“Awalnya saya hanya iseng-iseng belajar dari para perias yang ditemui di pesta pernikahan. Saya kemudian memberanikan diri mengikuti beberapa lomba,” ungkapnya.

Setelah berbagai perlombaan, nama Arief mulai menanjak pada tahun 2011. Dia meraih prestasi sebagai juara harapan 5 lomba tata rias tingkat Asia Pasifik di Jakarta Convention Center. Empat tahun berselang namanya kian mencuat karena berhasil menjadi juara umum lomba tata rias tingkat Asia.

“Terakhir tahun ini. Saya menang lomba Inez Beauty Award 2016 dan mendapatkan hadiah sekolah di Thailand selama 2 minggu,” katanya.

Walaupun kini sukses, keputusannya terjun ke bisnis tata rias sempat ditentang keluarga. Namun, baginya bisnis tata rias memiliki prospek yang menjanjikan. Kegigihannya itu membuat orangtuanya luluh dan mengikuti jalan pikirannya dalam mencari  rezeki.

“Saat ini kita bisa lihat, bukan hanya pengantin saja yang memerlukan jasa tata rias tapi juga untuk wisuda, ulang tahun bahkan untuk pergi bekerja pun saat ini memerlukan jasa tata rias. Jadi ini merupakan profesi yang memiliki prospek menjanjikan,” tuturnya.

Arief memang tidak setengah-setengah terjun di dunia tata rias. Dia juga tidak ingin meniru gaya make up ala barat dan mengadopsinya mentah-mentah. Pria ramah itu memiliki cara sendiri dalam mengekspresikan kreasinya. 

”Saya membuktikan ternyata nilai-nilai lokal terkait tata rias dapat menghantarkan saya menjuarai beberapa ajang bergengsi,” tegasnya.

Impian-impian arief sudah hampir semua terwujud. Namun dia tetap mempunyai mimpi yang lebih besar lagi. “Setelah pulang dari  sekolah tata rias di Thailand selama 2 minggu, saya punya mimpi besar membuka sekolah rias di beberapa daerah di Indonesia,” harapnya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here