Home Berita BATAN dan Dewan Energi Nasional Bahas Pemanfaatan Nuklir

BATAN dan Dewan Energi Nasional Bahas Pemanfaatan Nuklir

0

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) pada 10 Agustus lalu, Badan Tenaga Atom dan Nuklir (BATAN) menyelenggarakan seminar nasional bersama Dewan Energi Nasional (DEN) di Auditorium gedung 71 BATAN, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (23/8/2016).

Seminar nasional tersebut fokus membahas kemajuan teknologi dan aplikasi reaktor nuklir serta momen dalam mengkaji pemanfaatan nuklir sebagai sumber energi baru-terbarukan yang dapat memenuhi pasokan listrik nasional yang belakangan diketahui masih rendah dengan jumlah penduduk yang berjumlah lebih dari 250 juta jiwa.

Hal itu disampaikan anggota DEN, Tumiran yang berdasarkan data bahwa Indonesia masih terdapat sebanyak 8,5 juta rumah tangga, 2.519 Desa, dan 136 kecamatan belum mendapatkan akses listrik.

“Konsumsi listrik perkapita Indonesia hanya sepersepuluh dari Singapura dan seperlima dari Malaysia, ini menyebabkan akses layanan kesehatan dan pendidikan serta kenyamanan masih rendah dengan kurang tercukupinya pasokan listrik nasional,” papar Tumiran yang juga tenaga pengajar Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik UGM itu.

Ia juga menambahkan, perlunya energi baru-terbarukan yang mampu menjadi alternatif energi dalam memasok kekurangan listrik nasional. Dikatakannya, energi baru-terbarukan itu harus secara berkelanjutan memasok energi bagi kepentingan nasional yang dalam hal ini nuklir dengan kemajuan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) memadai dapat menjadi alternatif energi listrik.

“Sehingga Indonesia mempunyai energi listrik yang mencukupi bahkan mencukupi bagi industri nasional, sesuai dengan apa yang menjadi program Presiden Jokowi, menjadikan Indonesia sebagai negara industri,” tambahnya.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN Sudi Ariyanto, pihaknya akan intensif melakukan pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk menyiapkan SDM yang mumpuni dalam pengelolaan nuklir sebagai alternatif energi terbarukan yang menjadi aset nasional.

“Dengan pengembangan skema melalui berbagai pelatihan, kompetensi hingga sertifikasi personel sebagai upaya mempersiapkan SDM yang siap menjadikan nuklir sebagai alternatif energi dan aset negara yang mempunyai banyak manfaat dengan pengelolaan teknologi,” tandasnya. (Bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here