Home Index Kontrak Tahun Jamak Tangsel (1)

Kontrak Tahun Jamak Tangsel (1)

0
SHARE

Oleh: Arif Wahyudi, ME., AK., CA. (Wakil Ketua ICMI Tangerang Selatan)

Pemkot Tangerang Selatan mewacanakan akan membangun beberapa bangunan berdana besar mulai tahun depan. Bangunan tersebut adalah Gedung Inovatif Koperasi UKM (sering disebut Science Techno Park – STP) berlantai 10, Gedung RSUD Tangsel, dan Pasar Ciputat. Pemkot mewacanakan akan menggunakan kontrak tahun jamak (multi years) yang akan diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) 2017. Pembahasan KUA akan dilaksanakan beberapa pekan mendatang. APBD yang rencananya akan diikat oleh kontrak tahun jamak ini adalah anggaran 2017 – 2019. Total anggaran untuk mendanai ketiga bangunan tersebut di kisaran 300 M.

Saat ini adalah momentum yang tepat bagi Pemkot Tangerang Selatan untuk melakukan kontrak tahun jamak, mengingat salah satu persyaratannya adalah periode kontrak tidak melewati akhir masa jabatan Walikota. Di awal Pemerintahannya, percepatan pembangunan yang digagas Walikota dengan kontrak tahun jamak patut didukung. Melalui kontrak tahun jamak diharapkan kemanfaatan bangunan lebih cepat dirasakan masyarakat. Namun, nasihat agar Pemkot Tangerang Selatan meningkatkan kehati-hatian perlu disampaikan, mengingat kontrak tahun jamak banyak menjadi kasus di beberapa daerah di Indonesia. Dalam konteks tersebut tulisan ini dibuat.

Pembangunan Gedung Inovatif Koperasi UKM

Rencana pembangunan gedung ini adalah tindak lanjut dari rangkaian kegiatan TGIF – WTA (Tangsel Global Innovation Forum – World Technopolis Association) beberapa waktu yang lalu. WTA sendiri adalah organisasi kota-kota di dunia yang menempatkan inovasi sebagai keunggulan intinya, di mana salah satu ciri kotanya adalah memiliki STP. Tangerang Selatan memerlukan STP-nya sendiri, sehingga tidak terus menerus ‘nebeng’ Puspiptek yang merupakan STP-nya Indonesia.
Pemkot Tangerang Selatan sudah menandatangani kerja sama pengisian content STP dengan Pemkot Daejon Korea Selatan. Kedua Walikota sudah menandatangani MoU disaksikan oleh Menteri Ristek Dikti.

Dalam satu kesempatan Walikota menyatakan kesiapan Tangerang Selatan menjadi smart city yang membutuhkan banyak perusahaan Start-up. Gedung Inovatif Koperasi UKM yang menjadi STP nya Tangsel tampaknya didedikasikan untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan Start-up tersebut. Gedung ini rencananya akan mulai dibangun tahun 2017, dan saat ini tengah dipersiapkan dokumen detailnya termasuk memproses persetujuan DPRD.

Refleksi atas rencana pembangunan Gedung Inovatif ini adalah realitas ‘mangkraknya’ beberapa bangunan besar seperti Gedung Dewan dan Gelanggang Budaya. Dalam konteks yang sedikit berbeda adalah mangkraknya Pasar Ikan Hiegienis yang ada di sebelah Pasar Modern BSD. Gedung Dewan dan Gelanggang Budaya adalah proyek Pemkot Tangerang Selatan yang belum selesai, dan saat ini terkesan mangkrak. Terhadap kedua bangunan ini banyak kalangan pesimis dapat diselesaikan akhir tahun ini. Sedangkan Pasar Ikan Hiegienis adalah Proyek Pemerintah Daerah sebelum Kota Tangerang Selatan terbentuk yang mangkrak dan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kesemuanya adalah pekerjaan membangun gedung oleh Pemerintah Daerah yang hingga kini tidak tercapai tujuan kemanfaatannya.

Membangun Gedung Inovatif (STP) tentu lebih kompleks. Tidak sekedar bagaimana membangun gedung, namun lebih jauh lagi adalah bagaimana mengelolanya termasuk membangun budaya toleransi yang menumbuhsuburkan talenta teknologi. STP yang berhasil di dunia tidak banyak di antaranya yang terkenal adalah Silicon Valey di Amerika dan Bangalore di India. Apakah Gedung Inovatif Tangsel dirancang untuk menjadi seperti itu?

Di sisi lain, beberapa waktu yang lalu pelaku Koperasi UKM berkumpul dalam rangkaian acara Hari Koperasi di Serpong. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UMKM menghadirkan sekitar 300 pelaku Koperasi dan UKM binaannya. Tema yang diangkat adalah Reformasi Koperasi menuju Ekonomi Berdikari, sebuah tema yang membutuhkan kreatifitas dan inovasi yang tinggi, kerja keras disamping tentunya tetap berpijak pada bumi realitas.

Ada fenomena menarik dalam acara tersebut. Ternyata sangat sedikit produk Koperasi UKM Tangerang Selatan yang dibeli oleh Pemkot Tangerang Selatan, dan hampir tidak ada yang mampu menembus pasar luar negeri. Produk Koperasi UKM kita secara umum adalah produk yang sama dengan produk Koperasi UKM di kota kabupaten lain seperti makanan kecil, kerajinan, dan batik. Apakah dengan produk generik dan posisi daya saing yang masih sangat lemah pilihan terbaik untuk penguatan Koperasi UKM adalah dengan membangunkan untuk mereka Gedung Inovatif berlantai sepuluh seharga 90 M? Apakah Pemkot Tangerang Selatan tidak memiliki pemikiran lain yang lebih inovatif dan efektif dalam mendongkrak daya saing Koperasi UKM kita? Apakah pelaku Koperasi UKM tersebut yang dimaksud Walikota sebagai perusahaan Start-up?

Beberapa kebijakan yang Penulis sarankan dalam peningkatan daya saing Koperasi UKM tersebut adalah agar Pemkot Tangerang Selatan lebih banyak membeli produk mereka; merangsang tumbuh suburnya kreatifitas inovasi mereka melalui pemberian award yang berharga; membantu perizinan hingga Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) mereka, serta membantu mereka mengakses pasar yang lebih luas.

Di sisi lain Penulis mengingatkan Pemkot Tangerang Selatan untuk menyosialisasikan konsep Gedung Inovatif Koperasi UKM ini, sehingga masyarakat khususnya pelaku Koperasi UKM memahami serta membuat pengharapan yang proporsional. Siapa yang akan mengelola Gedung itu nanti, apa kriteria pengusaha untuk dapat menghuni Gedung, berapa biaya bulanan per meter persegi yang harus dibayar penghuni, kemanfaatan apa yang akan diperoleh penghuni, dan akhirnya tepatkah gedung itu diberi nama Gedung Inovatif Koperasi UKM.

Penutup

Pembangunan Gedung Inovatif Koperasi UKM melalui kontrak tahun jamak patut didukung masyarakat. Namun sebelum kebijakan ini disahkan, sebaiknya Pemkot Tangerang Selatan menjelaskan secara terbuka sehingga masyarakat memahami dan membangun pengharapan yang proporsional. Janganlah diulang membangun gedung yang berujung mangkrak yang merusak keindahan kota.
Pada tulisan bagian kedua, Penulis berencana untuk mengulas rencana kontrak tahun jamak pembangunan Gedung RSUD dan Pasar Ciputat. Insya Allah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here