Home Berita ​Persoalan Stabilitas Harga Maupun Pasokan Bahan Pokok Jelang Ramadhan dan Lebaran

​Persoalan Stabilitas Harga Maupun Pasokan Bahan Pokok Jelang Ramadhan dan Lebaran

0

Oleh: Dadung Hari Setyo, Ketua Umum PP KUP SUTA NUSANTARA. 


Persoalan stabilitas harga maupun pasokan bahan pokok pangan menjelang selalu menjadi masalah serius di setiap tahun bahkan berpuluh puluh tahun sulit diantisipasi gejolaknya baik oleh kebijakan pemerintah maupun dengan program operasi pasar, masyarakatpun tidak punya pilihan ketika menjelang ramadhan dan lebaran harus berbelanja untuk kebutuhanya harus membeli bahan pokok pangan dengan harga yang lebih mahal dari biasanya, itupun masyarakat tidak sepenuhnya kebutuhanya tercukupi selain memang daya belinya terbatas, ketersediaan produk atau barang terbatas pula. 

Kondisi inilah yang selalu terjadi disaat menjelang ramadhan dan lebaran, dan bukan menjadi rahasia lagi bahwa pihak yang memanfaat kondisi ini adalah para pelaku usaha perdagangan baik yang ada di daerah maupun dikota, baik para pelaku usaha pedagang produk lokal maupun importir bahan pokok pangan. Bahkan momentum ramadhan dan lebarat adalah saat yang tepat bagi mereka meraup keuntungan yang sebesar besarnya. 

Dari beberapa daerah yang kami kunjungi dan informasi yang kami terima di beberapa daerah dapat di simpulkan bahwa kelangkaan bahan baku pokok yang utama adalah gula konsumsi, minyak goreng dan tepung selain itu ada kelangkaan bahan pokok pangan di daerah yg non pertanian dan daerah yang sulit transportasi, walaupun kenaikan harga bahan pokok pangan relatif besar tapi pasokan agak tersendat sehingga masyarakat mengurangi kebutuhanya, sampai dengan saat belum nampak fluktuasi harga yg tinggi dan relatif kondusif, semoga kedepan tidak lagi ada lonjakan harga yang ekstream dan pelaku usaha lebih pro aktif dan partisipatif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga tidak ada pola pola penimbunan bahan pokok pangan dg tujuan untuk menaikkan harga di bulan ramadhan dan lebaran. 

Pemerintah lebih tegas dalam menerapkan kebijakan, apalagi sudah dibentuk sargas pangan, langkah strategis sangat dibutuhkan agar praktek penimbunan dan menaikan harga baham pokok pangan dapat dikendalikan, oleh karena itulah perlu secara jelas dan tegas bahwa menjelang ramadhan dan lebaran kreteria dan syarat distribusi dari produksen kepada konsumen harus dapat domitekan atau dikurang struktur biayanya, sehungga harga produksi lebih murah dengan sendirinya harga pokok penjualan sampai dengan pengguna akhir bahan pokok pangan dapat diterima dg harga yang layak pula. 

Berkaitan dengan stabilitas harga dan pasokan dan agar masyarakat dapat membeli harga bahan pokon pangan yang murah, mufah dan terjangkau Kami menginteuksikan kepada jajaran organisasi Komunitas Usaha Pertani SUTA NUSANTARA agar berkomitmen dan berfokus untuk membuat pola tata niaga perdagang yang murah dengan menjual bahan pokok pangan di bawah pasar, kalaupun harganya sama dengan dipasar yg ditetapkan pemerintah harus menambah pola pelayanan seperti barang diantar ke pemesan khususnya warung dan toko serta pengguna terakhir. 

Kami menginstruksikan kepada pelaku usaha baik produsen mauoun para pedagan binaan atau mitra program dan usaha agar tidak memanfaatkan momen ramadhan dan lebaran untuk tidak menaikan harga dan meningkatkan pasokan bahan pokok pangan, selain Kami mengintruksikan agar para pekaku ysaha bibaan mintra KUP SUTA NUSANTARA untuk lebh pro aktif mendistribusika dan menjual baha pokok pangan sampai ke pengguna terakhir, bila perlu pola door to door. Kami berharap situasi kondisi tata niaga perdangan bahan pokok pangan dimasyarakat lebih terkendali dengan baik, baik di perkotaan maupu di daerah pedesaan. 

Kami berharap anggota binaan dan mitra KUP SUTA NUSANTARA ikut aktif dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan stabilitas dan harga yg kondusif di masyarakat serta membantu masyarakat untuk mendapat bahan pokok pangan yg layak dan sehat, murah, mudah dan terjangkau. (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here