Home Berita Panglima TNI Ke Megawati: TNI Butuh Sukhoi dan Kapal Selam Kilo Class

Panglima TNI Ke Megawati: TNI Butuh Sukhoi dan Kapal Selam Kilo Class

0

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, memberikan pembekalan kepada Taruna dan Taruni TNI di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7/2017) siang.

Megawati memberi pembekalan kepada 437 Taruna dan Taruni dari seluruh Indonesia yang pada 25 Juli 2017 nanti akan dilantik menjadi perwira TNI berpangkat Letnan Dua di Istana Negara.

Dalam pengarahan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang didampingi Kasad, berdialog dengan Megawati Soekarnoputri. Dalam dialog tersebut, Panglima TNI menjelaskan tentang Panglima Angkatan Bersenjata Rusia yang pada waktu ‎itu meminta Indonesia untuk membeli pesawat tempur Sukhoi SU-35 dan kapal class kilo dan menurut rencana besok Panglima Angkatan Bersenjata Russia berjanji akan memanggil stafnya, terkait hal tersebut.

Menurut Panglima TNI, kondisi alutsista TNI AU paling parah ‎sejak Indonesia berdiri, karena pesawat tempur F5e sudah tidak bisa terbang, dan TNI sudah mencanangkan untuk menggantinya dengan Sukhoi SU-35 dengan 1,5 tahun program dan sampai sekarang belum ada.

Diharapkan Komisi I DPR RI dapat mendukung alutsista TNI dengan Kemhan agar Sukhoi 35 dan kapal selam class kilo bisa bersama-sama memperkuat angkatan udara dan angkatan laut. Bahkan, kata Panglima TNI, saat ini Korsel telah membeli kapal class kilo, dan bahkan Vietnam sekarang sudah berani diperbatasan, karena memiliki kapal selam class kilo.

“Mudah-mudahan hal ini bisa disampaikan untuk memicu dan pemicu dari Komisi I DPR RI agar TNI bisa membeli alutsista sebagaimana pada jaman Ibu Megawati dulu,” ujar Panglima TNI kepada Megawati Soekarnoputri.

Kemudian Megawati Soekarnoputri bertanya soal kekurangan alutsista TNI yang disampaikan Panglima TNI. Panglima TNI, kemudian menjelaskan, bahwa saat ini TNI mempunyai alutsista yang paling canggih saat Megawati menjadi Presiden RI yakni pesawat tempur Sukhoi SU- 27 dan Sukhoi SU-30.
“Dan sekarang ini seperti yang Ibu Mega sampaikan tadi, bahwa kita harus segera membeli alat utama dalam sistem senjata yang mampu menaikkan kemampuan TNI, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita segera ada karena sudah lama kosong ini,” tutur Panglima TNI.

Panglima TNI, kepada media massa, menjelaskan, bahwa Megawati berbicara di hadapan Taruna dan Taruni selama kurang lebih dua jam tanpa istirahat dan memberikan pengalamannya. Megawati, bercerita tentang pengalamannya yang sejak berusia 13 tahun sudah dirancang oleh ayahnya yakni Presiden Soekarno, sebagai pemimpin.

Kemudian, pada usia 16 tahun, Megawati, menjadi delegasi termuda di KTT Non Blok. Diceritakan juga kepada Taruna dan Taruni tentang bagaimana tata cara diplomasi, diplomasi cerutu kuba, bagaimana dengan diplomasi tersebut, secara singkat akhirnya kuba abstain sehingga waktu itu Timor Timur tidak masuk dalam agenda Dewan Kehormatan PBB.

Menurut Panglima TNI, hal yang sangat cerdik sekali dilakukan Mega adalah soal pengambilan pasir di Selat Malaka, bila dibiarkan terus Pulau Nipa akan hilang.

“Beliaulah yang perintahkan untuk mengurug Pulau Nipa, bukan sampai situ saja, habis itu beliau berkunjung ke Sngapura, lalu meminta pada Perdana Menteri Singapura untuk meminta ijin agar bisa kapal laut menjemput Presiden Ibu Mega waktu itu,” kata Panglima TNI.

Lalu, Megawati menuju Pulau Nipa, dan ditunjukkan bahwa pulau itu adalah pulau terluar, jika dilakukan seperti ini terus maka laut singapura akan menjorok ke Indonesia, karena pulau terluarnya akan lebih kedalam.

Menurut Panglima TNI, masih banyak lagi pengalaman lain yang diceritakan pada taruna dan taruni, bahkan, kata Panglima TNI, Mega sekarang menjadi Dewan Pengarah unit bentukan Presiden untuk penguatan Pancasila.

“Bayangkan Presidenn kelima mau menjabat seperti itu, karena untuk Pancasila apapun akan dilakukan. Hanya untuk Pancasila. Ini memberikan contoh kepada taruna dan taruni bahwa mereka harus berjuang, dan harus punya hati untuk indonesia tidak memikirkan apa yg diberikan oleh negara,” ungkap Panglima TNI.

Poin yang paling penting, lanjut Panglima TNI, adalah TNI harus bersama rakyat, karena kekuatan TNI adalah rakyat, karena hanya persatuan TNI dengan rakyatlah yang akan membuat TNI kuat.

“Saya hanya mengatakan terima kasih kepada Ibu Mega, sudah melakukan pembekalan ini, ” ucap Panglima TNI. (Mrz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here