Home Berita Pasir Gintung, Desa di Jayanti yang Lahirkan Banyak Santri

Pasir Gintung, Desa di Jayanti yang Lahirkan Banyak Santri

0

Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang berasal dari rembukan semua tokoh masyarakat dan tokoh agama, yang ingin dikenal sebagai daerah melahirkan para santri.

Sekitar tahun 1950an, Desa Pasir Gintung tidak dikenal oleh masyarakat Kabupaten Tangerang, dikarenakan Desa Pasir Gintung ialah pemekaran dari Desa Petak. Pemekaran tersebut membuat para tokoh masyarakat dan tokoh agama pun melakukan musyawarah untuk memberikan nama.

Sarim (62), tokoh masyarakat setempat, menceritakan kepada tangerangonline.id, bahwa sebelum dinamakan Pasir Gintung, Desa yang dikenal sebagian masyarakat Tangerang ini ialah Desa Darul Qalam. Dikenal demikian, karena Pesantren Darul Qalam yang berada di desa ini, membuat masyarakat ingin menamakan Desa Pesantren.

Namun, pria paruh baya ini melanjutkan, nama tersebut bisa dikatakan terlalu berat maknanya untuk sebuah desa hingga akhirnya pun semua tokoh di desa ini sepakat memberi nama Pasir Gintung.

“Akhirnya dengan disetujui oleh seluruh masyarakat, Pasir Gintung yang mempunyai makna, Pasir Pesantren ditetapkan menjadi nama desa kami,” katanya, Minggu (3/9/2017).

Mungkin, Kakek asli pribumi Jayanti ini pun menuturkan, makna kata Pasir diambil diakarenakan hamparan tanah desa ini mengandung pasir dan Gintung merupakan sebutan bahasa sunda yang mempunyai arti Pesantren.

“Jadi kami juga tidak menghilangkan kata pesantren untuk menami desa kami, dikarenakan Pesantren Daru Qalam sebagai salah satu icon desa kami, dan telah banyak lahirnya para santri hebat di pesntren ini,” tuturnya.

Sebuah desa yang menjadi perbatasan antar Tangerang dan Serang ini pun sampai kini menjadi tujuan oleh para pejabat daerah untuk menyekolahkan anaknya di pesantren.

“Saya juga tak tau persisnya anak pejabat mana saja yang di sekolahkan di pesantren Darul Qalam di Desa kami ini, namun Bupati atau Gubernur sering melakukan kunjungan ke sini,” tutupnya dengan suara serak yang lemah.

Sekarang Desa Pasir Gintung dengan Pesantren Darul Qalam seperi tidak bisa terpisahkan, karena Pasir Gintung sendiri lahir dikarenakan Pesantren Darul Qalam dan Pesantren Darul Qalam berdiri di Pasir Gintung. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here