Home Berita Selundupkan Buaya, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Selundupkan Buaya, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

0

Sebanyak 101 ekor satwa yang berhasil digagalkan dari penyelundupan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Jakarta, Kamis (14/9/2017)

Adapun rinciannya yakni, 65 ekor kura-kura dari berbagai jenis (2 ekor mati), 9 ekor ular, 5 ekor Biawak, 10 ekor buaya, 4 ekor musang (3 ekor mati) dan 8 ekor lintah.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soetta Eliza Suryati Roesli menjelaskan, satwa yang digagalkan penyelundupannya tersebut beberapa diantaranya merupakan satwa yang dilindungi atau tergolong appendik-1.

“Hewan dilindungi atau yang termasuk dalam appendik 1 ini dilarang diperdagangkan atau dilalulintaskan ke luar negeri,” kata Eliza kepada wartawan di Instalasi Karantina Hewan Bandara Soetta, Kamis (14/9/2017).

Adapun jenis hewan yang dilindungi dan termasuk Appendik 1 antara lain kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) sebanyak 9 ekor, Buaya muara (Crocodylus porosus) sebanyak 8 ekor (1 ekor dalam kondisi mati), dan Buaya Sinyulong (Tomistoma schelegeli) sebanyak 2 ekor.

Saat ini pihaknya, telah melakukan penahanan terhadap seorang pelaku dengan inisial AA (29) yang merupakan WN Arab Saudi dan tengah diperiksa oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBKP Bandara Soetta.

“PPNS kami sedang melakukan penyelidikan untuk pengembangan lebih lanjut,” ungkap Eliza.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam kurungan maksimal 5 tahun penjara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 tentang Karantina Hewan dan Tumbuhan.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga negara asing (WNA) asal Arab Saudi berinisial AA (39) terpaksa gagal terbang dan ditahan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Ia diamankan petugas Aviation Security (Avsec) lantaran kedapatan membawa sebanyak 101 hewan yang dilindungi saat diperiksa di Terminal 3 Bandara Soetta, Rabu (13/9) kemarin. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here