Home Berita APTA Dorong Produk Alas Kaki Masuk Gra UKM

APTA Dorong Produk Alas Kaki Masuk Gra UKM

0

Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA) tengah mempersiapkan produk alas kaki, yaitu sepatu dan sandal untuk bisa masuk Gra UKM Kabupaten Tangerang. Saat ini, baru ada satu produk yang sudah masuk di Gra UKM, yaitu produk sepatu Chomason.

Ketua Umum APTA, Widi Hatmoko menjelaskan, saat ini sudah lebih dari 10 produk dari produsen sepatu dan sandal yang tergabung di asosiasi, yang siap meluncurkan produknya di Gra UKM. Namun demikian, meski belum masuk Gra UKM, secara ‘marathon’ produk sepatu dan sandal tersebut sudah mulai menyebar ke beberapa daerah seperti Kalimantan, Sumatera, dan beberapa daerah di Pulau Jawa.

Sandal gunung ORTLER, misalnya, ini sudah mulai dilirik oleh pasar di daerah Papua, dan saat ini sudah menyebar ke beberapa pulau di Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatera dan sekitarnya.

“Kalau untuk sandal ORTLER ini, hampir di setiap daerah di Pulau Jawa memang sudah ada, termasuk Sumatera dan Kalimantan. Untuk ke Gra UKM sendiri memang belum, tapi sedang kita prsiapkan,” ujar Widi Hatmoko, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Widi, penyebaran sandal buatan produsen yang tergabung di asosiasi yang ia motori ke beberapa daerah tersebut awalnya berjalan secara militan, dan tidak dalam jumlah yang banyak. Namun karena masyarakat melihat kuwalitas produk sandal gunung ORTLER ini ternyata bagus, dan tidak kalah dengan merek yang sudah terkenal, permintaan bertambah, dan semakin banyak. Bahkan, produsen sendiri kuwalahan untuk memberikan pelayanan, karena terkendala modal.

“Ini saja sudah mulai ‘keteter’, tapi kan kendalanya di permodalan. Karena memang rekan-rekan produsen sepatu sandal ini, kan berjalan semua secara mandiri, tanpa ada investor, jadi yang berproduksi sesuai dengan kemampuan saja,” katanya.

Produk lain yang saat ini sedang dipersiapkan untuk masuk ke Gra UKM adalah produk sepatu SABA, SERDADU, sandal REWARD, sandal gunung TRIGLAVE, AIGES, dan beberapa produk yang masih menunggu sertifikat dari Dirjen Hak Kekayaan Intelktual (HAKI) Kementrian Hukum dan Ham, terkait legalitas merek.

“Untuk sepatu merek SERDADU ini, malah beberapa waktu lalu sudah banyak yang nyari di Gra UKM, tapi memang belum masuk, dan sedang kita siapkan,” ucapnya.

Widi juga mengakui, dengan adanya Gra UKM di Kabupaten Tangerang ini, bisa memberikan motivasi kepada seluruh pelaku IKM yang selama ini tidak memiliki tempat untuk mengenalkan produknya. Hanya saja, pengenalan Gra UKM Kabupaten Tangerang agar dikenal luas di masyarakat, ini butuh sinergitas antara pemerintah daerah dengan pelaku IKM, serta kelompok masyarakat yang peduli dengan kondisi perekonomian serta potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Tangerang.

“Bisa saja dinas terkait yang bertanggung jawab dengan Gra UKM bekerjasama dengan Dewan Kesenian, atau kelompok organisasi kepemudaan untuk membuat kegiatan di Gra UKM, agar dikenal secara luas oleh masyarakat. Karena, ini juga kan bentuk dari pengenalan juga,” tandasnya. (Ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here