Home Berita Ombudsman RI Luncurkan Buku Layanan Penumpang Berkebutuhan Khusus di Bandara Soetta

Ombudsman RI Luncurkan Buku Layanan Penumpang Berkebutuhan Khusus di Bandara Soetta

0

Pengguna jasa tranportasi udara yang berkebutuhan khusus mendapat perhatian serius dari Ombudsman Republik Indonesia. Buku tentang Fasilitas dan Pelayanan Angkutan Udara Bagi Penumpang Berkebutuhan Khusus pun diluncurkan.

Peluncurkan buku ini dilakukan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Kamis (27/9/2018).

Buku setebal 46 halaman ini ditulis oleh Alvin Lie yang merupakan anggota Ombudsman RI bidang tanggung jawab sektor Transportasi, Infrastruktur, Informasi dan Telekomunikasi serta Lingkungan Hidup.

Buku ini juga sebagai panduan para pemangku kepentingan penerbangan dalam pelayanan transportasi udara (pengelola Bandara, Ground Handling dan maskapai) bagi penumpang berkebutuhan khusus.

Dengan kata lain, buku ringkas tersebut berisi hak dan kewajiban penumpang, maskapai penerbangan, Ground Handling, dan pengelola bandara.

“Buku ini saya susun kalau bahan mentahnya itu hanya sekitar 3 hingga 4 hari. Tapi kemudian dirangkai dan supaya lebih implementatif dengan konteks Indonesia sekitar 3 bulan,” kata Alvin saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, pada Kamis (27/9/2018).

Ia pun mendorong agar pemangku kepentingan dalam pelayanan transportasi udara untuk terus memperbaiki dan menambah fasilitas yang ramah terhadap penumpang berkebutuhan khusus.

Penumpang berkebutuhan khusus disini dimaksudkan tidak hanya penyandang disabilitas, akan tetapi termasuk diantaranya anak berusia kurang dari 12 tahun, berusia lanjut, perempuan hamil, sakit ataupun dalam kondisi lemah.

Hal itu juga tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI nomor PM 185 tahun 2015 tentang penumpang berkebutuhan khusus.

Menurut Alvin, walaupun belum merata akan tetapi fasilitas yang dimaksud sudah baik bandara-bandara besar yang dikelola Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II salah satunya Bandara Soetta dan Bandara Ngurah Rai.

“Namun untuk bandara-bandara yang kecil juga dicarikan alternatif yang paling memungkinkan karena ini juga menyangkut biaya operasional peralatan juga tidak murah tapi minimal untuk petugas-petugasnya akan diberi training untuk dapat memberikan pelayanan yang sepantasnya selayaknya kepada pengguna jasa penerbangan yang berkebutuhan khusus,” katanya.

Peluncuran buku ini dihadiri oleh Ketua Ombusdman RI Prof.Amzulian Rifai, Sekjen INACA Tengku Burhanuddin, Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara Angkasa Pura II Ituk Herarindri. (Rmt)