Home Berita Generasi Milenial Antusias Diskusi 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Generasi Milenial Antusias Diskusi 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

0

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sudah berjalan 4 tahun. Untuk mengetahui apa yang telah dikerjakan pemerintahan itu, digelar diskusi “Obrolan Santai Laporan Empat Tahun Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla” di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

Banyak pertanyaan terlontar dalam diskusi, diantaranya soal pembangunan infrastruktur, perkembangan Palapa Ring, hingga soal dana desa.

“Kami ingin tahu, apakah penyaluran dana desa sudah sejalan dengan peningkatan partisipasi bagi masyarakat?,” tanya Eko Fajar Setiawan, salah satu generasi milenial yang merupakan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (23/10/2018).

Selain Eko, terdapat generasi milenial lainnya yang ingin mengetahui detail atas upaya pemerintah dalam pembangunan manusia di sisa satu tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama.

“Apa upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia disisa akhir periode ini?,” ucap Andi, perwakilan generasi milenial asal Pasuruan, Jawa Timur, menimpali diskusi tersebut.

Diskusi itu merupakan lanjutan dari diskusi sebelumnya yang dihelat di auditorium BPPT, Jakarta, Senin 22 Oktober 2018 kemarin, dengan tema yang sama. Dimana pada diskusi sebelumnya, hadir Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, yang mewakili pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam diskusi kemarin Moeldoko sempat memaparkan, bahwa generasi milenial memiliki tantangan yang lebih besar. Dimana keadaan sekarang sudah jauh berbeda, baik kecepatan, resiko, kompleksitas, maupun kejutan yang terjadi karena lompatan perkembangan teknologi.

“Generasi milenial harus melibatkan diri, sesuai peran masing-masing dengan membangun mentalitas pemimpin. Karena kerja kita prestasi bangsa. Maka pilihannya, apakah mau melakukan kerja biasa saja, atau mau membuat perubahan,” ujar Moeldoko bicara kepada peserta diskusi.

Sempat dijelaskan pula posisi Indonesia terhadap dunia global, dengan membandingkan infrastruktur dalam negeri dengan negara Tiongkok dan Kosta Rika. Di negara Tiongkok mislanya, pembangunan infrastruktur begitu masif sehingga mendukung upaya untuk menjadi penguasa ekonomi dunia. Sama halnya dengan Kosta Rika yang punya ‘best performing national plan of science and technology’.

“Bagaimana cara Indonesia mengejar ketertinggalan, melalui pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini untuk meingkatkan konektvitas dan produktivitas, dan menciptakan kemudahan,” sambung Moeldoko.

Sementara, Menteri Rudiantara menyebutkan, bahwa sejauh ini Indonesia tidak efisien dari dari segi logistik. Karena itulah menurut dia, pemerintah membuat kebijakan untuk mengubah kondisi tersebut.

“Beberapa kebijakan tersebut menyangkut ekonomi digital dan kualitas sumber daya manusia,” terang Rudiantara.

Dijelaskannya, pembangunan Palapa Ring sudah dicanangkan sejak tahun 2005 lalu.
Namun baru di era pemerintahan sekarang lah hal tersebut dapat berjalan dan diselesaikan. Jika berhasil, maka seluruh wilayah Indonesia akan dapat menikmati internet berkecepatan tinggi.

“Kantor-kantor layanan masyarakat seperti Koramil, Puskesmas, kantor Kelurahan, seluruhnya akan melayani dengan berbasis internet. Sehingga Indonesia akan lebih mudah dalam upaya menjadi negara maju,” ungkap Rudiantara.

Moderator diskusi, yakni Youtuber Andovi dan Jovial da Lopez turut memberi apresiasi atas pencapaian empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Diantara hal yang paling mencolok adalah masifnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

“Cari kesalahan itu gampang banget. Tapi kita tadi mendengarkan bagaimana pemerintahan saat ini sudah membangun 1000 kilometer lebih jalan tol, belum bandara, pelabuhan dan lain-lain. Kami salut,” tukas Andovi.(Ban)