Home Berita Isu Rebutan Lahan Parkir, Polisi Amankan Dua Kelompok Massa

Isu Rebutan Lahan Parkir, Polisi Amankan Dua Kelompok Massa

0

Anggota Polres Metro Tangerang Kota bersama Satpol PP dan TNI amankan dua kelompok massa yang diduga akan melakukan bentrok antara kelompok tersebut.

Dugaan bentrok antara kelompok, dikarenakan akan berpindahnya Kantor Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang, dari Alamat lama yakni jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Babakan, Kecamatan dan Kota Tangerang ke jalan Satria Sudirman, tepatnya di depan kantor Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot) Tangerang.

AKBP Bambang Gunawan, Kabag Ops Polres Metro Tangerang Kota mengatakan, pemicu akan terjadinya keributan antara kelompok tersebut, disinyalir kuat dengan dugaan perebutan parkir liar.

“Parkiran di kantor Disdukcapil yang lama dikuasai oleh kelompok Axxx, sementara di daerah Puspemkot Tangerang yang menguasai kelompok xxxx. Terkait hal tersebut, kelompok Axxxx berencana untuk mengambil alih sehingga menimbulkan isu keributan antara kedua belah pihak,” terangnya, Senin (26/11/2018)

Bambang menjelaskan, dengan beredarnya isu tersebut akan adanya bentrok antar kubu, pihaknya yang bekerjasama dengan Satpol PP dan TNI langsung mengamankan kedua kelompok tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ada beberapa titik yang kita razia, diantaranya depan kantor BPJS, Lapangan Sukun samping gedung Puspemkot Tangerang, Modernland dan taman potret. Yang mana memang tempat tersebut sering menjadi tempat kumpul kedua kelompok tersebut,” ujarnya.

“Dengan kekuatan sebanyak 50 personil, sekitar 25 orang dari kedua kelompok berhasil kami amankan. Dan saat ini masih di data di polres,” imbuhnya.

Bambang menambahkan selain mengantisipasi adanya bentrok antara kedua kelompok tersebut, razia yang dilakukan juga guna untuk mengantisipasi kelompok yang meresahkan masyarakat Kota Tangerang.

“Ini juga untuk mengantisipasi kelompok yang meresahkan masyarakat, seperti premanisme, pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan kekerasan lainnya,” tukasnya. (Amd)