BPN Pandeglang Dikritik, Karangan Bunga “SOP Pelayanan Wafat”

By
3 Min Read

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pandeglang menjadi sorotan setelah sejumlah karangan bunga berisi kritik terhadap pelayanan dipasang di depan kantor tersebut, Jumat (8/5/2026).

Karangan bunga itu dipasang warga sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelayanan pertanahan yang dinilai lambat dan tidak memberikan kepastian proses.

Pantauan di lokasi, karangan bunga berjajar di halaman depan kantor BPN Pandeglang. Salah satunya bertuliskan, “Atas Wafatnya Standar Operasional Prosedur Pelayanan Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang oleh Kepala Kantor”. Pada bagian bawahnya tertulis kalimat “Masyarakat Korban Mal Administrasi”.

Salah seorang warga, Syamsul Hidayat, mengatakan pemasangan karangan bunga merupakan bentuk keresahan masyarakat terhadap pelayanan di kantor pertanahan tersebut.

“Karangan bunga itu murni dari masyarakat. Kami hanya mewakili apa yang dirasakan masyarakat terkait pelayanan di kantor BPN Pandeglang,” kata Syamsul kepada wartawan.

Menurut dia, masyarakat menilai pelayanan di kantor pertanahan tidak berjalan sesuai prosedur dan standar operasional yang berlaku.

Ia mengaku sejumlah warga mengalami ketidakjelasan dalam pengurusan dokumen pertanahan, termasuk pembuatan sertifikat tanah.

“Harusnya ketika berkas lengkap, masyarakat diberikan tanda terima sebagai pegangan. Tapi ini alasannya masih diverifikasi ke kepala kantor dan lain-lain, sementara prosesnya berjalan sangat lama,” ujarnya.

Syamsul menyebut ada warga yang telah mengurus sertifikat tanah selama hampir dua hingga tiga bulan, namun hingga kini belum mendapat kepastian.

“Ada yang mengurus sertifikat dari awal, sampai sekarang belum ada penjelasan. Berkas sudah masuk tapi tidak ada kepastian,” ucapnya.

Ia menilai kondisi tersebut merugikan masyarakat karena sertifikat tanah merupakan bagian penting dari kepastian dan perlindungan hukum.

“Kalau tanah saja tidak ada kepastian, bagaimana masyarakat mendapat perlindungan hukum,” katanya.

Selain di kantor BPN Pandeglang, pemasangan karangan bunga juga disebut dilakukan di kantor wilayah terkait di Banten sebagai bentuk kritik terhadap pelayanan pertanahan.

Melalui aksi itu, masyarakat berharap pelayanan di BPN Pandeglang dapat diperbaiki dan berjalan sesuai prosedur.

“Harapannya pelayanan semakin baik, cepat, dan birokrasinya dipermudah supaya masyarakat tidak dirugikan,” tutur Syamsul.

Sementara itu, pihak BPN Kabupaten Pandeglang belum memberikan tanggapan terkait aksi protes tersebut.

Saat wartawan hendak melakukan konfirmasi, pejabat maupun Kepala BPN Pandeglang disebut sedang tidak berada di kantor. Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPN juga belum memberikan respons saat dihubungi.

“Pada enggak ada kang, lagi pada keluar ke Kanwil. Coba aja nanti besok lagi ke sini,” kata seorang petugas keamanan di kantor BPN Pandeglang.

Share This Article