Home Berita Kelelahan Fisik dan Psikologis Harus Diantisipasi Saat Coblosan Pemilu

Kelelahan Fisik dan Psikologis Harus Diantisipasi Saat Coblosan Pemilu

1

Kelelahan fisik dan psikologis  menjadi faktor yang perlu diantisipasi pada hari pencoblosan di Pemilu serentak, Rabu 17 April 2019 mendatang.

Diperkirakan seluruh tahapan pada hari  itu yang dimulai sejak pagi hari akan berakhir pada tengah malam, bahkan dini hari esok harinya.

Sehingga dengan proses yang panjang itulah menurut Syafrizal Elain , mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panwaslu Kota Tangerang itu membuat sensitivitas pihak -pihak yang berkepentingan langsung dengan hasil Pemilu menjadi bertambah tinggi.

“Kondisi fisik yang lelah dan adanya tekanan secara psikologis bisa saja membuat seseorang menjadi mudah tersulut emosinya, ” katanya, Minggu (17/2/2019).

Bahkan  dikatakannya juga , potensi konflik yang perlu diwaspadai itu bisa saja terjadi mulai di bilik suara.

Dengan jumlah surat suara sebanyak 5 lembar dan jumlah calon anggota  legislatif yang banyak di 4 surat suara membuat seorang pemilih memerlukan waktu yang cukup lama..

“Karena hanya kertas suara Pemilihan presiden saja yang hanya ada dua pasangan,   surat suara lainnya  berisi puluhan nama caleg yang harus ficari pemilih,” ujarnya lagi.

Dari tahapan itu saja  Syafril memperkirakan seorang pemilih  akan menghabiskan waktu minimal sekitar 10 menit.

Tahapan selanjutnya yaitu penghitungan suara, juga perlu diwaspadai  karena akan melibatkan lagi banyak pihak seperti saksi  dari para kandidat termasuk tingginya antusias warga mengetahui hasil perolehan suara kandidat jagoannya.

” Informasinya, penghitungan suara akan dimulai dari surat suara Pilpres, DPR RI, DPD, DPR Propinsi dan terakhir DPRD Kota atau Kabupaten,” jelasnya.

Sebelumnya juga saat acara Coffe Morning dengan wartawan dari Pokja WHTR, Sabtu (16/2) kemaren , Kapolres Metro Tangerang, Kombes Abdul Karim  mengungkapkan adanya  potensi kerawanan keamanan yang perlu diwaspadai di hari pencoblosan nanti.

Dengan jumlah personil anggota Polisi di Polrestro Tangerang yang masih sama dengan pelaksanaan Pemilu  sebelumnya, di Pemilu sekarang harus mengamankan TPS yang jumlahnya lebih banyak.

“Pengamanan Pemilu nanti setiap dua  anggota polisi akan mengamankan 8 TPS,” kata Kapolres.

Tidak dilibatkannya Polrestro Tangerang dalam penempatan lokasi TPS oleh KPU Kota Tangerang juga membuat kepolisian sebagai penanggungjawab keamanan harus mencari cara yang efektif dalam pengamanan Pemilu nanti .

“Partisipasi seluruh pihak untuk menciptakan Pemilu aman dan damai akan sangat membantu kelancaran pesta demokrasi ini,” ujarnya. (Adr)

Comments are closed.