Home Bandara Mencekam, Teroris Bajak Pesawat Jet Air di Bandara Soetta

Mencekam, Teroris Bajak Pesawat Jet Air di Bandara Soetta

0
Foto: Simulasi penanganan teroris di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (22/8/2019). *tangerangonline.id

Sebanyak enam orang pelaku teroris melakukan penyanderaan kepada petugas Aviation Security (Avsec) dan penumpang serta melakukan pembajakan terhadap pesawat yang akan menuju ke Filipina dengan nomor penerbangan RP-R0001 milik maskapai Jet Air.

Mereka melakukan aksi tersebut untuk menggagalkan pelantikan Kepala Negara atau mengganggu jalannya pelantikan Presiden Republik Indonesia.

Peristiwa yang terjadi di Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Jumat (23/08/2019) pagi itu merupakan latihan bersama aparat yang bertugas di bandara tersebut dalam mengantisipasi peristiwa pembajakan pesawat (hijack).

Plt. Executive Senior Manager Bandara Soetta, Jaya Tahoma Sirait menyatakan, latihan merupakan bagian dari regulasi atau kewajiban PT Angkasa Pura II (Persero) untuk menggelar setiap dua tahun sekali guna menguji kemampuan komunikasi, peralatan dan personel ketika terdapat upaya teror.

“Latihan bersama ini kami ada petugas di bandara harus juga berkoordinasi berkomunikasi dengan aparat keamanan dengan TNI dan Polri. Dengan latihan ini maka jalur komunikasi koordinasi itu akan terbina dan kalau ada sesuatu yang kurang akan ditingkatkan,” kata Jaya.

Jaya menjelaskan, melalui latihan bersama tersebut pihaknya dapat mengevaluasi apa saja yang kurang dari standar operasional prosedur (SOP) saat ini.

“Kami berharap kedepan juga latihan seperti ini semakin bisa kita tingkatkan,” ujarnya.

Pada simulasi tersebut, skenario dimulai dari terdeteksinya dua orang teroris yang memiliki tiket penerbangan, tetapi membawa senjata laras panjang dan laras pendek di security check point (SCP) 1.

Begitu keduanya terdeteksi oleh mesin pemindai, pelaku teroris ini justru dengan cepat mengambil senjata tersebut seraya menyamdera petugas Avsec dan masuk ke dalam Terminal. Disusul kemudian masuk dua orang komplotan teroris yang sudah bersiaga membantu rekan mereka.

Foto: Simulasi penanganan teroris di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (22/8/2019). *tangerangonline.id

Para teroris menembak mati dua petugas Avsec. Mereka berhasil masuk ke dalam check-in area dan menyandera petugas Avsec hingga masuk ke area boarding lounge.

Sebanyak 10 penumpang yang ada di boarding lounge pun turut menjadi sandera hingga masuk ke dalam pesawat. Menyusul kemudian komplotan teroris lain yang rupanya selama ini menjadi informan pelaku dengan menyamar sebagai petugas catering.

Drama tersebut berjalan hingga para pelaku yang menyamar itu membawa serta senjata dan bahan peledak. Pembajakan pesawat adalah puncak dari rentetan latihan peristiwa teror yang terjadi di Bandara Soetta.

Teroris mengancam akan meledakkan pesawat dan membunuh seluruh penumpang yang ada di dalam pesawat jika prosesi pelantikan terus berjalan. Proses negosiasi, kemudian berjalan, keputusan penerbitan NOTAM penutupan bandara dilakukan hingga munculnya komando untuk menyerbu teroris.

Saat itu dimulai dengan di tim anti teror berhasil mengendap-endap dari arah kedatangan dan kemudian masuk di ekor pesawat tanpa diketahui pelaku teror. Penembak jitu pun berhasil melumpuhkan para pelaku yang berada di dalam kokpit pesawat. Sementara penumpang berhasil dibebaskan dengan selamat.

Foto: Simulasi penanganan teroris di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (22/8/2019). *tangerangonline.id

”Data tentang latihan ini kami ambil dan akan kami jadikan sebagai evaluasi. Terpenting dari latihan ini adalah menguji komunikasi antara Supervisor Avsec, Chief, Senior Chief, Senior Manager Of Airport Security hingga pemegang komando tertinggi yakni Executive General Manager,” kata Jaya.

Termasuk juga koodinasi dengan petugas airport rescue and fire fighting services, kantor kesehatan pelabuhan, Polres Bandara serta pasukan yang memiliki keterampilan khusus untuk bertempur tiga matra (darat, laut dan udara) Detasemen Bravo 90.

Begitu teroris dilumpuhkan tim anti teror, semua penumpang dan orang yang ada di sekitar diminta turun dengan tangan di belakang kepala.

“Ini untuk berjaga-jaga, apakah ada teroris yang menyusup. Anjing pelacak berjaga di bawah, seekor bersiap menerjang, seekor lagi digunakan untuk penyisiran,” tutur Jaya.

Pada saat kegiatan simulasi tersebut juga terdapat himbauan dari pengelola Bandara Soetta agar penumpang tidak panik. (Rmt)