Home Berita Kepala SMAN 12 Bingung Jawab Apa Lagi Soal Jual Beli Buku Paket

Kepala SMAN 12 Bingung Jawab Apa Lagi Soal Jual Beli Buku Paket

0

Kepala SMA Negeri 12 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Syamsudin menampik adanya praktek jual beli buku paket terjadi di sekolahnya. Dirinya mengaku baru mengetahui ada persoalan tersebut, setelah ramai disorot media.

“Iya, saya atas nama pimpinan menyatakan yang sesungguhnya, kami tidak memperjual belikan buku, ketika beredar di SMA 12 sesungguhnya kami tidak tahu, ketika tahupun ketika ramai pada saat SMA 12 Kepalanya dianggap perjual belikan buku, seperti itu pak,” katanya.

“Jadi saya sendiri bingung harus jawab apa ketika saya tidak mengintruksikan, menyuruh dan ketika ada siswa yang membeli buku dimanapun pada prinsipnya saya tidak melarang, karena itu hak mereka, tapi saya tidak mengintruksikan ke salah satu penerbit ataupun distributor untuk membeli buku tersebut,” tambah Syamsudin, saat ditemui di ruangannya, di SMA 12 Kota Tangsel, Jalan Cilenggang I, Kecamatan Serpong, Kamis (30/8/2019).

Syamsudin melanjutkan, untuk kebutuhan buku para siswa baik itu buku teks (wajib) maupun buku non teks (tidak wajib) sudah tersedia di perpustakaan, meski penggunannya oleh dirinya dilakukan dengan sistim bergilir atau bergantian setiap kelas.

Untuk memastikan keterangan dari Syamsudin, awak media meminta padanya untuk menemui dan menanyakan pada siswanya sendiri. Namun dirinya keberatan, dan kemudian memilih untuk memanggil dua orang siswa ke ruangannya, lalu Syamsudin memberikan kesempatan pada awak media untuk menanyakan pada siswa tersebut.

Ditempat yang sama, di depan Syamsudin, dua orang siswa MS dan ND yang panggil ke ruang kepala sekolah mengakui disarankan untuk membeli sejumlah buku di salah satu toko buku didekat kawasan SMA 12 Tangsel, dan siswa itu juga mengakui buku yang dipergunakan pada saat kegiatan belajar adalah buku yang dibeli di toko buku tersebut.

“Buku ada yang bisa dibeli, ada yang dipinjamin, buku yang bisa dibeli itu ada 16 pelajaran, yang dipinjamin ada 9 dapatnya, nanti dapat lagi, belajar sehari-hari pakai buku dua-duanya. Buku yang beli ada yang bisa beli paket doang, LKS (Lembar Kerja Siswa) doang atau dua-duanya, kalau full semuanya kurang lebih harganya 1,8 juta, kalau LKS doang kurang tau dah,” tutur MS, siswa kelas X jurusan IPA.

“Kalau buku yang beli ada di toko Kuadra kalau buku yang dipinjamkan ada di perpus, nama tokonya kuadra. Kenapa beli disitu, karena ditempat lain lebih mahal, kalau disitu satu buku 1,8 juta itu ada 32 buku, ada LKS dan buku paket. Kita tidak diarahin tapi sarankan beli ke situ, lebih dekat. Buku yang diutamain dipelajari buku yang dibeli, yang dipakai guru buat belajar buku yang beli,” sambung MS, yang turut dibenarkan oleh ND.

Lebih lanjut, awak media pun menyempatkan diri ke Perpustakaan sekolah, disana sejumlah siswa dan siswi pun menyampaikan hal serupa perihal pembelian buku non teks, dengan kisaran harga tak jauh berbeda, disesuaikan dengan tingkatan kelasnya. (Ed)