Home Bandara Tangkap Oknum Tenaga Medis, Polresta Bandara Soetta Diapresiasi

Tangkap Oknum Tenaga Medis, Polresta Bandara Soetta Diapresiasi

0

PT Kimia Farma Diagnostika dan PT Angkasa Pura II (Persero) sangat mengapresiasi jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatt yang telah menangkap tersangka kasus pemerasaan dan pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Tersangka adalah oknum tenaga medis yang melakukan layanan rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, di mana pada 13 September 2020 lalu diduga melakukan pemerasan dan pelecehan terhadap salah satu calon penumpang pesawat.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini mendukung penuh penyelesaian secara hukum terhadap peristiwa ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Bandara Soekarno-Hatta atas penangkapan terhadap oknum tenaga medis yang diduga melakukan pemerasan dan pelecehan. Oknum tersebut sangat merugikan bagi banyak pihak,” jelas Adil, Sabtu (26/9/2020).

PT Kimia Farma Diagnostika juga sudah menyampaikan permohonan maaf secara resmi ke PT Angkasa Pura II atas adanya kejadian ini.

Sementara itu, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan, dukungan akan selalu diberikan kepada pihak berwajib agar kasus ini dapat diselesaikan dengan baik.

“PT Angkasa Pura II mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta hingga kini tersangka telah ditangkap,” kata Agus.

Menurut Agus, prilaku tidak terpuji yang dilakukan oknum tenaga medis yang bekerja untuk penyedia layanan rapid test tersebut sangat merugikan bagi penumpang yang menjadi korban. Ulah oknum itu juga sangat merugikan Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami sangat menyesalkan hal ini bisa terjadi. PT Angkasa Pura II dan mitra kerja bersama-sama harus selalu berupaya menjaga nama baik dan reputasi Bandara Soekarno-Hatta,” tutur Agus.

Lebih lanjut, Agus menuturkan Bandara Soekarno-Hatta memastikan agar kejadian serupa tidak berulang kembali.

“Secara internal kami memastikan untuk menjaga agar kejadian seperti ini yang juga sangat merugikan penumpang pesawat mau pun pengunjung bandara tidak berulang,” tandas Agus. (Rmt)