Beranda Berita Karang Taruna Mauk Gelar Ngopi Cerdas Bareng Cak Nawa dan Camat Arief

Karang Taruna Mauk Gelar Ngopi Cerdas Bareng Cak Nawa dan Camat Arief

0

Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Mauk, Karang Taruna Kecamatan Mauk melakukan kegiatan ngopi cerdas dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020).

Ngopi cerdas tersebut bertema “Peran Serta Pemuda Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi di Masa Covid-19”.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Mauk Ahmad Satibi mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Karang Taruna dalam rangka hari sumpah pemuda dimana kegiatan ini diharapkan pemuda mampu untuk berperan serta dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Kegiatan hari sumpah pemuda ini dilakukan dari pagi hingga nanti malam, dengan tema yang sama namun hanya narasumber dan peserta yang hadir berbeda,” kata Abil sapaan akrab Ahmad Satibi.

Abil mengatakan, siap bersinergi dengan pemerintah dalam pemulihan ekonomi, selain itu kata Abil, karang taruna dan pemuda juga siap membangun mauk dengan konsep pemuda bertani mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan.

“Karang Taruna siap mengembangkan serta meningkatkan perekonomian dan mengembangkan potensi yang ada di mauk,” ujarnya.

Camat Mauk Arief Rachman Hakim mengatakan, peringatan hari sumpah pemuda merupakan momentum menguatkan peran generasi muda dalam peran serta pemulihan ekonomi covid-19, peran pemuda juga penting dalam ketahanan pangan yaitu menjadi pemuda tani.

Selain itu, tema yang dipilih ini juga sangat bagus mengingat kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian.

Arief menuturkan, generasi muda di Kecamatan Mauk ini untuk tidak malu jadi petani. Sebab, menurutnya, potensi pertanian di mauk ini masih terbuka luas dan prospek peningkatan ekonomi sangat bagus. Pasalnya mauk bisa jadi lahan produsen pertanian. Sayangnya kurang diminati generasi muda. Padahal, jika saja generasi muda mau terjun di bidang pertanian, penghasilan yang diperoleh pun tak kalah menarik dengan sektor lain.

“Banyak contoh generasi muda yang sukses dan berpenghasilan besar sebagai petani. Jangan pernah malu jadi petani muda, karena nasib bangsa bahkan dunia ini ada di tangan petani,” terangnya.

Arief mengajak seluruh organisasi kepemudaan di daerah ini saling bersinergi untuk mengajak dan memberdayakan pemuda di mauk yang memiliki 9 desa 1 kelurahan ini, sehingga tidak malu berprofesi sebagai petani.

Peningkatan peran generasi muda pada sektor pangan memang sangat diharapkan dan mutlak diperlukan untuk mendukung terwujudnya Tangerang Gemilang.

“Kami berharap agar para pemuda dan pemudi di tempat kita ini tidak malu berprofesi sebagai petani. Apalagi bertani itu memang merupakan karakter budaya di negeri kita,” pungkasnya.(Sam)