Home Bandara 2021, Angkasa Pura II Prediksi Traffic 40 Juta Penumpang di 19 Bandara

2021, Angkasa Pura II Prediksi Traffic 40 Juta Penumpang di 19 Bandara

0

Di tahun 2021 ini, pergerakan penumpang pesawat di 19 Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II diprediksi mencapai 40 juta pergerakan. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding dengan traffic pada tahun 2020 lalu yang mencapai 35,4 juta pergerakan.

Hal itu diungkapkan oleh President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Dia mengatakan bahwa di masa pandemi COVID-19 ini industri penerbangan baik itu pengelola bandara maupun pengelola maskapai tengah berjuang (struggling) untuk melakukan recovery (pemulihan) agar tetap maksimal.

“Dengan situasi di mana industri sedang melalui proses recovery, kita masih struggling untuk bagaimana operasi dan layanan penerbangan tetap maksimal kami masih memprediksi angka traffic penerbangan kita itu kurang lebih di angka 40 juta traffic passengers tahun ini,” kata Awaluddin di Saphire Precious Lounge Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (17/2/2020) kemarin.

Menurut Awaluddin, pergerakan penumpang di tengah Pandemi Covid-19 ini masih terjadi karena Indonesia memiliki kelebihan tersendiri. Di mana, penumpang penerbangan rute domestik masih cukup besar.

“Optimisme itu masih ada karena domestic passengers traffic kita itu besar dan itu sudah terbukti di kuartal 4 pada 2020 lalu,” ujarnya.

Dia mencontohkan, traffic pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada kuartal 4 2020 mencapai 940 pergerakan per hari di hari tertentu. Sedangkan traffic sebelum pandemi, pergerakan pesawat di Bandara Soetta rata-rata 1.200 per hari.

“Angka itu sudah mempresentasikan pergerakan pesawat traffic domestik. Jadi kalau kemudian ada deviasi dengan kondisi sebelum pandemi itu sekitar 1.200 berarti kan ada 250 sampai 300 lagi ada gap (celah) dan itu adalah traffic Internasional. Artinya, optimisme itu sudah terlihat,” jelas Awaluddin.

“Kami juga optimis proses recovery bisa akan terealisasi paling tidak di kurtal 3 atau kuartal 4 tahun ini dan kami juga tetap optimis bahwa proses economic recovery yang dijalankan pemerintah juga sangat memberikan dampak terhadap industri (transportasi udara). Jadi kondisi-kondisi ini kami tetap optimis bahwa 40 juta traffic itu Insha Allah bisa kita capai,” tambahnya.

Tentunya, untuk mencapai angka tersebut dibutuhkan dukungan seluruh stakeholder dan semua pihak dan tetap menerapkan protokol kesehatan dan aspek-aspek perlindungan Warga Negara yang lebih ketat.

“Dan situasi yang seperti ini memang tidak mudah, jadi memang perlu berbagai upaya, inovasi dan juga¬† terobosan dalam menyikapi pandemi ini. Jadi kata kuncinya adalah, sinergi kolaborasi dan inovasi menurut saya adalah tiga kata kunci yang akan sangat menentukan recovery industri tranportasi udara ini bisa kita realisasikan Insya Allah tahun ini,” pungkas Awaluddin. (Rmt)