Serikat Karyawan Angkasa Pura Indonesia (SEKARPURA Indonesia) memperkuat eksistensinya sebagai serikat pekerja terbesar di lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia.
Jumlah anggota kini melampaui 65 persen dari total karyawan perusahaan, mencerminkan konsolidasi organisasi yang semakin solid pasca penggabungan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II.
Berawal dari SEKARPURA 2, organisasi ini memperluas jangkauan ke seluruh Indonesia.
Tidak hanya di wilayah barat, SEKARPURA juga aktif membangun representasi di wilayah timur sebagai wujud solidaritas dan sinergi karyawan di bandara-bandara yang dikelola perusahaan.
Penguatan organisasi terlihat dari pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) baru di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Yogyakarta, serta pada 19 Mei 2026 di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Ketua Umum SEKARPURA Indonesia, Harry Marvi Sirait menegaskan bahwa organisasi tersebut akan terus berkembang mengikuti transformasi perusahaan.
“Dalam waktu dekat, kami juga akan membentuk DPC baru di beberapa bandara strategis lainnya, antara lain di Sultan Hasanuddin Makassar, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, dan Syamsudin Noor Banjarmasin,” ujar Harry pada Rabu (20/5/2026).
22 DPC
Saat ini, SEKARPURA Indonesia telah memiliki 22 DPC yang tersebar dari Banda Aceh hingga Lombok.
Kehadiran cabang-cabang baru menjadi simbol komitmen karyawan untuk mendukung perusahaan yang semakin adaptif dan berdaya saing global.
Dengan semangat “Maju dan Sejahtera Bersama Perusahaan”, SEKARPURA menegaskan komitmen menjaga stabilitas hubungan industrial, meningkatkan kualitas SDM, serta memastikan kesejahteraan karyawan berjalan seiring dengan kemajuan perusahaan.
Ke depan, SEKARPURA Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi organisasi pekerja terbesar di lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia, akan tetapi menjadi representasi semangat kolaborasi, profesionalisme, dan transformasi budaya kerja yang mampu mendukung terwujudnya perusahaan kebandarudaraan berkelas dunia. (Rmt)

