Komisi V DPR RI Apresiasi Kesiapan Navigasi AirNav Indonesia

By
4 Min Read
Komisi V DPR RI meninjau kesiapan operasional sistem navigasi penerbangan nasional ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang, Banten pada Jumat, 22 Mei 2026.

Komisi V DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang, Banten, untuk meninjau kesiapan operasional sistem navigasi penerbangan nasional pada Jumat, 22 Mei 2026.

Dewan menilai pelayanan navigasi telah dipersiapkan dengan baik, sehingga keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, bersama sejumlah anggota Komisi V, didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa, Direksi AirNav Indonesia, serta perwakilan PT Angkasa Pura Indonesia.

Dalam pertemuan di Auditorium Kantor Pusat AirNav Indonesia, Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno memaparkan kondisi terkini pelayanan navigasi penerbangan nasional, kesiapan mitigasi gangguan Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI).

Juga terkait penguatan operasional melalui Indonesia Network Management Center (INMC) dan New Jakarta Air Traffic Services Center (New JATSC).

Avirianto mengatakan bahwa AirNav Indonesia bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memperkuat modernisasi sistem navigasi melalui implementasi Air Traffic Management Automation System (ATMAS), penguatan sistem cadangan navigasi, dan peningkatan kapasitas SDM operasional.

“Komisi V DPR RI mengapresiasi kesiapan AirNav Indonesia dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan nasional tetap berjalan aman dan andal. Dari paparan yang kami terima, kami melihat sistem yang dimiliki AirNav Indonesia telah dipersiapkan dengan baik, termasuk dalam menghadapi gangguan sinyal navigasi penerbangan,” ujar Ridwan Bae menanggapi.

Ia menambahkan, Komisi V DPR RI berkomitmen mendukung penguatan pelayanan navigasi penerbangan nasional demi keselamatan penerbangan di seluruh wilayah udara Indonesia.

“Kami mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan teknologi, penguatan SDM, serta modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional agar keselamatan penerbangan Indonesia semakin kuat dan terpercaya,” lanjutnya.

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty juga menyatakan keyakinannya setelah melihat langsung kesiapan operasional AirNav Indonesia.

“Setelah melihat langsung sistem operasional, mitigasi gangguan navigasi, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan SDM, kami menjadi lebih yakin bahwa pelayanan navigasi penerbangan nasional telah dipersiapkan dengan baik. Ini memberikan keyakinan bahwa keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menekankan pentingnya modernisasi sistem navigasi melalui implementasi New JATSC.

“Modernisasi sistem navigasi penerbangan melalui implementasi New JATSC menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan navigasi penerbangan nasional agar semakin adaptif terhadap pertumbuhan trafik udara dan kompleksitas ruang udara Indonesia,” ujarnya.

Lukman menambahkan, seluruh tahapan implementasi dilakukan bertahap dengan mitigasi risiko dan contingency plan komprehensif untuk memastikan pelayanan tetap aman dan andal.

Terkait gangguan GNSS RFI yang sempat terjadi di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, AirNav Indonesia bersama Ditjen Perhubungan Udara memastikan operasional penerbangan tetap aman melalui optimalisasi sistem navigasi cadangan berbasis terrestrial seperti Instrument Landing System (ILS), Distance Measuring Equipment (DME), dan VHF Omnidirectional Range (VOR), serta dukungan radar vector oleh petugas ATC.

Kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan langsung ke INMC dan ruang operasional New JATSC untuk melihat sistem pengelolaan lalu lintas penerbangan nasional. AirNav Indonesia menegaskan komitmennya menjaga keselamatan, keteraturan, dan efisiensi pelayanan navigasi penerbangan nasional melalui penguatan sistem operasional, teknologi, dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. (Rmt)

Share This Article