Home Bandara Gempa M 5,8 Guncang Bali, Sejumlah Penerbangan dari dan ke Bandara Soetta...

Gempa M 5,8 Guncang Bali, Sejumlah Penerbangan dari dan ke Bandara Soetta Terdampak

0
Apron Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Kuta Selatan, Bali pada Senin (22/8/2022) sore sekira pukul 16.36 WITA atau 15.36 WIB.

Melalui akun Twitter resmi BMKG, @infoBMKG, menyampaikan bahwa gempa yang mengguncang Pulau Dewata tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meski begitu, sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) maupun sebaliknya sempat terdampak atau mengalami keterlambatan (delay).

Selain rute domestik, gempa tersebut juga mengakibatkan delay pada sejumlah penerbangan rute internasional.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi mengatakan bahwa petugas navigasi penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai langsung menghimpun keterangan dan data operasional sesaat setelah gempa.

“Sesuai dengan SOP yang berlaku, AirNav Denpasar bersama personel operasional Bandara Bali melakukan inspeksi darurat secara menyeluruh terhadap fasilitas navigasi penerbangan, termasuk Runway yang digunakan untuk aktifitas take-off/ landing pesawat,” kata Rosedi dalam keterangannya, Senin (22/8/2022).

Rosedi menjelaskan, adapun penerbangan yang terdampak (delay) saat inspeksi darurat dilakukan antara lain:

Keberangkatan

  • Super Air Jet SJV743 rute Denpasar – Jakarta
  • Air Asia AWQ7531 rute Denpasar – Jakarta
  • Thai Airways THA432 rute Denpasar – Bangkok
  • Jetstar JST058 Denpasar – Brisbane

Kedatangan

  • Lion Air LNI3924 rute Solo – Denpasas
  • VietJet VJC897 rute Vietnam – Denpasar
  • Qatar Airway QTR960 rute Doha – Denpasar
  • Garuda Indonesia GIA410 rute Jakarta – Denpasar

“Berdasarkan hasil inspeksi, kondisi personel, bangunan, dan fasilitas navigasi penerbangan dalam kondisi aman, sehingga operasional penerbangan dapat berjalan normal,” ujar Rosedi.

Personel AirNav Indonesia Cabang Denpasar juga terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya kemungkinan lain pasca gempa. Salah satunya melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

“Kami terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan terkait update kondisi di lapangan,” tutur Rosedi. (Rmt)