Beranda Bandara Kerap Berbuat Onar, Imigrasi Bandara Soetta Amankan 20 WNA di Cengkareng

Kerap Berbuat Onar, Imigrasi Bandara Soetta Amankan 20 WNA di Cengkareng

0

Sebanyak 20 warga negara asing (WNA) diamankan oleh petugas Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (21/12/2022) malam.

Mereka diamankan lantaran telah melebihi masa izin tinggal (overstay) dan atau tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian yang asli saat ditanya petugas.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto menjelaskan, saat dilakukan pengawasan, petugas memperoleh informasi tentang aktivitas WNA yang meresahkan dan kerap berbuat onar di salah satu apartemen di kawasan Cengkareng.

“20 ini hasil dari pengembangam laporan masyarakat, kemarin malam kita lakukan operasi terkait laporan. Baru tadi malam aja. Ada WN Nigeria, Pantai Gading, dan Ghana,” ungkap Tito di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (22/12/2022).

Tito merinci, adapun 20 WNA yang diamankan tersebut meliputi 17 WN Nigeria, 2 WN Pantai Gading, dan 1 WN Ghana yang diketahui telah melakukan pelanggaran keimigrasian dan mengganggu ketertiban umum.

“Dari operasi tersebut, petugas mengamankan 8 WNA yang melebihi izin tinggal yang diberikan (overstay) dan 12 WNA yang tidak dapat menunjukan dokumen perjalanan (paspor). Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, 20 WNA tersebut mengaku telah merasa nyaman tinggal di Indonesia dan tidak memiliki biaya untuk kembali ke negaranya,” kata Tito.

“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terkait aktivitas sebenarnya dari kedua pululuh WNA tersebut atau pun adanya pelanggaran pidana lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, pihaknya akan memanggil sponsor WNA yang telah melanggar izin tinggal dan dokumen keimigrasian tersebut.

“Kita akan memanggil sponsornya melaporkan ke kedutaannya juga terkait kewarganegaraan mereka teraebut bisa diberikan dokumen pengganti untuk deportasi,” tuturnya.

Dalam waktu dekat ini, 20 WNA tersebut akan dipulangkan paksa (dideportasi) ke negara asalnya.

“Langsung kita deportasi, segera hubungi sponsor untuk belikan tiket dan deportasi,” tegas Tito. (Rmt)