Keterbatasan akses air bersih yang selama ini membebani warga Desa Wonorejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kini mulai menemukan titik terang.
Kolaborasi antara komunitas relawan Muslim Volunteers in East Java (MOVE) dan produsen pipa ALVApipe menghadirkan jaringan pipanisasi sepanjang 10,9 kilometer untuk mengalirkan air bersih ke permukiman serta fasilitas publik.
Sebelum jaringan pipa membentang, sebagian warga di kawasan tersebut harus berjuang keras demi memenuhi kebutuhan harian.
Bahkan, sejumlah warga terpaksa memanfaatkan air sungai untuk aktivitas mandi dan mencuci akibat minimnya infrastruktur penyalur air.
Akses air bersih semula hanya mampu menyasar sekitar 20 hingga 30 rumah.
Koordinator MOVE, Denny Kristanto, mengutarakan bahwa inisiatif pipanisasi berawal dari kondisi masyarakat Desa Wonorejo yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.
Meskipun terdapat sumber air, lokasinya cukup jauh dari permukiman sehingga masyarakat kesulitan menyalurkannya secara mandiri.
“Di Desa Wonorejo sangat kekurangan air bersih. Meskipun ada sumber air, lokasinya jauh dari kampung dan warga juga tidak bisa mengambil atau menyalurkannya secara mandiri dari sumber air ke rumah. Sehingga mereka memohon bantuan ke MOVE untuk dibantu,” ujar Denny dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (20/10/2026).
“Di lokasi ini akses air bersih sangat terbatas, hanya beberapa rumah yang bisa mengakses air bersih. Tidak sampai ratusan, hanya sekitar 20-30,” jelasnya.
Melalui program kemanusiaan ini, air dari mata air mengalir menuju tandon-tandon penampungan sebelum mendistribusikannya ke bangunan penerima manfaat.
Jaringan sepanjang 10,9 kilometer ini menargetkan 145 rumah warga, empat tempat ibadah, serta tiga lembaga pendidikan, yakni SDN 2 Wonorejo, TK Dharma Wanita 2 Wonorejo, dan PAUD Sinar Pagi Wonorejo.
Sementara tempat ibadah yang menerima aliran air meliputi Musholla Al Falah, Musholla Darussalam, Musholla Al Muhajirin, dan Masjid Baitul Mukmin.
Pelaksanaan instalasi jaringan pipa ini mengandalkan jenis pipa High Density Polyethylene (HDPE).
Pemilihan material tersebut memperhitungkan faktor daya tahan serta kemudahan proses pemasangan dan perawatan di area pedesaan.
“Karena lebih awet, lebih mudah pemasangan, dan juga lebih mudah perawatan,” kata Denny.
Pengadaan pipa HDPE tersebut memperoleh skema harga khusus dari pihak ALVApipe guna mengoptimalkan dana sosial hasil galangan donatur dan masyarakat.
“Pihak ALVApipe menghubungi kita untuk support kegiatan me ini. Bahkan kita belum tau ALVApipe sebelumnya. Karena pihak ALVApipe ada yang menghubungi kita dan kita lihat ada potensi untuk kolaborasi dalam kegiatan ini jadi hal yang sangat membantu dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
“Bentuk support kegiatan ini adalah pemberian potongan harga yang menurut kami sangat membantu. Selain itu, kami juga melihat kualitas pipa ALVApipe sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan kegiatan ini,” ungkap Denny.
Chief Marketing Officer (CMO) ALVApipe, Christabelle Priscilla, mengungkapkan bahwa keterlibatan pihak industri dalam aksi kemanusiaan ini menjadi wujud kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami melihat kegiatan ini sebagai sebuah inisiatif yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memperluas akses air bersih. Karena itu, ALVApipe berupaya mendukung kebutuhan perpipaannya agar kegiatan ini dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wonorejo,” tutur Christabelle.
“Bagi ALVApipe, dukungan seperti ini bukan hanya mengenai penyediaan produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Harapannya, jaringan yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi warga dan fasilitas umum yang menjadi bagian dari program ini,” lanjutnya.
Proses pengerjaan pipanisasi yang berlangsung pada 18 Oktober 2026 ini diharapkan mampu membawa dampak positif jangka panjang bagi kesehatan dan produktivitas warga. Komunitas relawan mengimbau seluruh penerima manfaat untuk merawat jaringan instalasi secara bergotong royong.
“Harapannya adalah pipa yang sudah kita pasang bisa dirawat dan dijaga oleh warga yang mendapatkan program bantuan ini, agar pipa ini terus bermanfaat, baik bagi masyarakat sendiri dan juga bagi para donatur yang ikut menyumbangkan hartanya, dan juga para relawan yang ikut membantu memasang instalasi pipanya,” jelas Denny.
“Kami berharap dukungan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas akses air bersih. Ketika jaringan sudah terbangun dan dapat digunakan dengan baik, manfaatnya tentu bukan hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi juga dapat terus dirasakan oleh masyarakat yang menggunakannya,” tutur Christabelle. (Rmt)

