Berenang bukan hanya identik dengan air atau kolam, namun juga pakaian renang. Walaupun nggak semua menonjolkan keseksian, nggak bisa dipungkiri bahwa baju renang bersifat terbuka karena mengekspos bagian tubuh seperti paha, tangan, dada bahkan perut. Beberapa wanita mungkin nggak keberatan dengan model ini, namun kamu yang berhijab pasti nggak bisa pakai dong, ya.
Nggak bisa pakai baju renang bukan berarti nggak bisa atau nggak boleh berenang. Makanya, kemudian muncul tren baju renang baru yang lebih tertutup dan bisa dikenakan oleh yang berhijab, yaitu burkini. Buat kamu yang baru dengar istilah ini, burkini adalah gabungan dari dua kata yaitu burqa dan bikini (baju renang). Biar lebih kenal dengan burkini, yuk simak infonya di bawah ini.
Apa itu burkini?
Berenang udah sewajarnya pakai baju renang, apalagi jika dilakukan di kolam atau pantai. Masalahnya, sebagian besar baju renang menunjukkan bagian tubuh seperti tangan hingga perut yang buat perempuan berhijab menjadi suatu pantangan. Padahal berenang adalah olahraga yang seharusnya untuk siapa aja terlepas dari pilihan keyakinannya.
Dari sini, muncullah istilah burkini yang menggabungkan dua konsep yaitu burqa dan bikini. Burqa adalah jenis pakaian muslimah yang menutup seluruh tubuh, dan nggak menonjolkan lekuk-lekuknya. Sedangkan bikini merupakan pakaian renang wanita. Perpaduan dua pakaian ini menghasilkan baju renang muslimah yang menutup aurat namun layak digunakan untuk berenang.
Dengan berbagai modifikasi, burkini tentunya nggak mirip sama sekali dengan burqa maupun bikini sebab hanya mengadopsi konsepnya aja. Burkini umumnya terdiri dari 3 bagian, yaitu penutup kepala yang menjuntai hingga leher, atasan berlengan panjang dengan panjang baju hingga menutup pantat layaknya tunik, dan celana panjang semata kaki.
Meskipun serba tertutup, namun burkini tetap nyaman dipakai berenang sebab bahan yang digunakan untuk membuatnya nggak sembarangan. Sama seperti pakaian renang atau pakaian selam pada umumnya, burkini juga terbuat dari material serupa yang menempel di tubuh dan elastis. Bobotnya ringan meski terkena air sehingga nggak menghalangi gerakan saat berenang.
Asal Usul Burkini
Sekarang kamu udah lebih mengenal burkini, kan? Pakaian renang muslimah ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk kamu yang berhijab dan ingin berenang tanpa harus membuka aurat. Hype di tanah air beberapa tahun belakangan, kamu tahu nggak sih kalau sebenarnya baju renang ini udah ada sejak tahun 2004 yang lalu? Bahkan “tempat kelahirannya” juga bukan di negara Muslim.
Adalah Aheda Zanetti, seorang perancang busana Australia yang pertama kali memperkenalkan burkini. Zanetti yang merupakan keturunan Lebanon-Australia ingin menciptakan pakaian renang yang nyaman dipakai oleh muslimah karena menutup aurat namun tetap ringan dan cepat kering layaknya baju renang pada umumnya.
Burkini memiliki model yang menutup ujung kepala hingga mata kaki seperti pakaian muslimah. Seiring berjalannya waktu, burkini ternyata nggak hanya digunakan oleh wanita Muslim aja, namun juga non-Muslim yang ingin melindungi kulitnya dari sengatan matahari saat berenang di luar ruangan.
Gaya burkini saat ini juga makin beragam, lho. Kalau dulu kamu hanya menemui burkini dengan penutup kepala yang menjulur hingga menutupi leher, kini ada juga yang dilengkapi penutup kepala macam turban masyarakat Afrika. Bagian lehernya masih tertutup sebab atasan burkini dirancang tinggi hingga di bawah garis rahang. Makin modis aja, ya.
Tips & Trik Merawat Burkini
Burkini adalah pakaian renang yang bisa menjadi alternatif untuk para wanita muslimah yang ingin berenang dengan pakaian yang tertutup. Mengingat ukurannya pasti lebih besar daripada baju renang biasa, perawatan burkini otomatis juga lebih rumit. Biar nggak salah treatment yang mengakibatkan burkini cepat usang, berikut adalah tips dan trik perawatannya.
Tips pertama merawat burkini dimulai dari pemilihan sabun cucinya. Mengingat burkini terbuat dari material khusus yang berbeda dengan baju sehari-hari yang kamu gunakan, maka sabun cucinya juga nggak bisa disamakan. Baju renang termasuk burkini umumnya nggak memiliki noda atau kotoran membandel sehingga detergen biasa jadi terlalu keras buat mencucinya.
Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan sabun cuci dengan formula lebih ringan, salah satunya adalah sampo bayi. Sampo bayi bukan hanya memiliki formula yang lembut namun juga efektif membunuh bakteri tanpa membuat permukaan kulit menjadi kering. Karakteristik inilah yang juga dibutuhkan oleh burkini. Tenang aja, bisa tetap bersih, kok.
Setelah menemukan sabun cuci yang tepat, kamu bisa langsung mencucinya. Eits, jangan dimasukkan ke dalam mesin cuci! Tarikan selama proses pencucian dengan mesin cuci, termasuk pengeringannya akan membuat burkini cepat melar atau bahkan koyak. Kan sayang banget, burkini yang cantik jadi usang sebelum waktunya.
Jika kamu sayang dengan burkinimu, jangan malas mencucinya secara manual dengan tangan. Nggak bikin capek kok, kan burkini nggak perlu dikucek keras apalagi disikat. Kamu hanya perlu menguceknya ringan kemudian membilasnya. Dengan begini, kotoran yang ada di permukaan burkini akan luruh dan jadi bersih kembali.
Seperti yang udah disebutkan, bahan yang digunakan burkini memiliki sifat ringan dan cepat kering. Namun, jika terkena tekanan berat biasanya akan membekas di permukaan kainnya. Maka dari itu, jika ingin menjemur burkini pastikan untuk menggantungnya menggunakan hanger dan bukan diletakkan di atas kawat yang bikin burkini terlipat.
Menggantungnya dengan hanger akan mempercepat proses pengeringannya sehingga dalam waktu singkat burkini bisa dijauhkan dari sinar matahari yang bikin permukaannya terasa kasar. Menjemur dengan hanger juga bikin keringnya lebih merata. Dengan begini, saat disimpan dalam lemari nggak ada bagian yang masih lembab hingga memicu jamur.
Burkini kelihatan kusut setelah dicuci? Jangan disetrika! Panas dari setrika akan membuat bahan burkini seperti meleleh hingga akhirnya rusak atau bahkan berlubang saking panasnya. Walaupun ada bekas lipatan atau kusut sehabis dicuci, biarin aja. Toh, nanti kamu menggunakan burkini dalam air sehingga jejak kusut bakal menghilang secara otomatis.
Terakhir adalah mengenai cara penyimpanannya. Mengingat burkini terbuat dari bahan elastis, ada kemungkinan dia akan melar jika diperlakukan dengan tidak tepat termasuk saat menyimpannya. Agar lebih awet dengan bentuk yang tetap sama, pastikan menyimpan burkini dalam kondisi terlipat. Nggak perlu pakai hanger, nanti burkinimu malah ketarik ke bawah dan molor.
Tertarik dengan burkini? Gampang, kamu bisa langsung kepoin Serene Official Store yang ada di Blibli. Dengan beragam motif dan model, kamu bisa memilih burkini Serene yang paling sesuai dengan selera dan tampilan yang diinginkan. Material yang digunakan Serene dalam membuat burkininya juga premium lho, dijamin tahan lama dengan harga yang bikin ketawa! Yuk, beli sekarang. (ed)

