Warga Keluhkan Aktivitas Loka Padel Ciater “Bising” hingga Larut Malam

By
3 Min Read

Warga Perumahan Kencana Loka 12.5, BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyoroti aktivitas olahraga di Loka Padel Ciater yang dinilai menimbulkan kebisingan hingga larut malam.

Keluhan muncul karena suara dari aktivitas di lokasi tersebut disebut kerap terdengar hingga tengah malam, bahkan mendekati waktu sahur, sehingga mengganggu waktu istirahat warga, terlebih selama bulan Ramadan.

Ketua RW 05 Perumahan Kencana Loka 12.5, Aji Ekawarman, mengatakan pihaknya menerima banyak aduan dari warga terkait kebisingan tersebut.

“Sebagai pengurus, kami menerima laporan dari warga yang merasa terganggu dengan suara-suara yang ditimbulkan dari aktivitas di Loka Padel ini,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, warga tidak mempermasalahkan keberadaan fasilitas olahraga tersebut, namun berharap aktivitasnya tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Kami hanya ingin gangguan itu bisa diminimalisir. Yang penting kegiatan di sana tidak mengganggu warga karena suaranya sampai tengah malam,” katanya.

Ia menegaskan, waktu malam seharusnya menjadi waktu istirahat bagi warga. Namun aktivitas di lokasi tersebut disebut masih berlangsung hingga larut.

“Di saat warga seharusnya beristirahat, kegiatan masih berlangsung. Bahkan menjelang sahur di bulan Ramadan kadang masih ada aktivitas,” ungkapnya.

Karena itu, pihak RW meminta pengelola untuk membatasi jam operasional serta mencari solusi guna meredam kebisingan.

“Kami menghimbau agar jam operasional dibatasi dan kebisingan bisa dikurangi. Tidak ada kepentingan lain, hanya soal kenyamanan warga,” tegasnya.

Aji juga menyebut komunikasi dengan pihak pengelola sebenarnya sudah dilakukan. Bahkan pertemuan telah digelar di balai warga, namun hingga kini belum ada realisasi dari komitmen yang disampaikan.

“Pengelola sudah datang, kita sudah bicara secara kondusif. Tapi yang dijanjikan sampai sekarang belum dilaksanakan,” tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 03/05, Hendrajid. Ia menilai sejak awal pembangunan, komunikasi dengan lingkungan sekitar belum berjalan optimal.

“Pada awal pembangunan memang belum ada komunikasi dengan lingkungan, apalagi karena wilayah RW berbeda,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembangunan sempat berlangsung selama 24 jam menggunakan alat berat, yang turut mengganggu kenyamanan warga.

“Pengerjaan 24 jam dengan alat berat sangat mengganggu, baik dari sisi suara maupun waktu istirahat,” katanya.

Selain kebisingan, warga juga mengeluhkan debu yang muncul selama proses pembangunan.

“Selain polusi suara, debu juga cukup mengganggu. Yang disayangkan adalah minimnya komunikasi dengan lingkungan terkait dampak tersebut,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi upaya mediasi yang telah dilakukan dan berharap kesepakatan yang telah dibicarakan dapat segera direalisasikan.

“Alhamdulillah sudah dimediasi dan berjalan kondusif. Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti sesuai yang dijanjikan,” ucapnya.

Ia menegaskan, pembatasan jam operasional menjadi hal utama yang diharapkan warga, terutama selama Ramadan.

“Yang paling penting, jam operasional dibatasi. Apalagi di bulan Ramadan, jangan sampai aktivitas berlangsung hingga pukul 03.00 pagi,” tegasnya.

Warga berharap aktivitas olahraga di Loka Padel Ciater tetap berjalan, namun tidak lagi mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, terutama pada malam hari.

TAGGED:
Share This Article