Volume sampah harian di Kabupaten Tangerang, Banten, mencapai angka 2.700 ton per hari. Data tersebut berdasarkan estimasi rata-rata produksi sampah sebesar 0,7 kilogram per orang setiap hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan sekitar 200 ton dibandingkan hari biasa.
“Dengan asumsi produksi sampah per orang, totalnya mencapai sekitar 2.700 ton per hari,” ujarnya, Jumat.
Meski demikian, lonjakan pasca Idul Fitri disebut tidak terlalu signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya warga yang melakukan mudik ke kampung halaman.
Saat ini, DLHK Kabupaten Tangerang baru mampu mengangkut sekitar 1.200 hingga 1.300 ton sampah per hari dari total produksi yang ada.
“Jumlah sampah yang berhasil diangkut setiap hari masih di kisaran 1.200 sampai 1.300 ton,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, DLHK telah menyiagakan 1.000 petugas kebersihan yang terdiri dari 300 penyapu jalan dan 700 petugas pengangkut sampah. Selain itu, sebanyak 300 armada truk dikerahkan untuk mendukung operasional pengangkutan di berbagai titik, termasuk kawasan wisata.
Pemerintah daerah juga melakukan penataan dan optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk guna meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah.
Dari total armada yang digunakan, sebanyak 240 unit berasal dari DLHK, sementara 60 unit lainnya merupakan dukungan dari pihak kecamatan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan penanganan sampah tetap terkendali, terutama di tengah potensi peningkatan aktivitas masyarakat pasca libur panjang.

