Isu kenaikan harga BBM nonsubsidi yang disebut-sebut terjadi pada 1 April 2026 ramai diperbincangkan dan memicu keresahan di masyarakat. Informasi yang beredar bahkan memuat rincian lonjakan harga sejumlah produk bahan bakar yang dinilai cukup drastis.
Dalam kabar tersebut, Pertamax disebut naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.850 per liter. Sementara Pertamax Greendikabarkan meningkat dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.150 per liter.
Produk lain seperti Pertamax Turbo juga disebut melonjak dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.450 per liter. Adapun untuk jenis diesel, Pertamina Dex disebut naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.950 per liter, serta Dexlite dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.650 per liter.
Menanggapi isu yang beredar luas tersebut, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan maupun pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” kata Roberth dalam keterangan tertulis, Senin (30/3).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya serta menunggu pengumuman resmi dari pihak Pertamina.
“Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” tutur Roberth.
Untuk memperoleh informasi yang valid dan terkini, masyarakat disarankan mengakses kanal resmi Pertamina terkait perkembangan harga BBM.

