Perlombaan Tradisional dan Anak Binaan Meriahkan HUT RI Kemenimipas

By
2 Min Read
Perlombaan tradisional yang melibatkan keluarga besar Kemenimipas, termasuk Anak Binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang di Poltek Imipas Tangerang, Jumat (28/8/2026).

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara berbeda.

Melalui kegiatan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltek Imipas), Tangerang, Kemenimipas menghadirkan perlombaan tradisional yang melibatkan pegawai, keluarga besar, hingga Anak Binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang pada Jumat (18/8/2026).

Acara dimulai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, diisi tausiah, santunan untuk anak yatim piatu, serta bantuan sosial bagi PPNPN Poltek Imipas.

Suasana kemudian bergeser menjadi penuh semangat kebersamaan lewat lomba balap karung, makan kerupuk, lomba disabilitas, hingga panjat pinang.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menekankan pentingnya pendekatan pembinaan yang humanis.

“Seluruh keluarga besar Kemenimipas antusias, termasuk anak binaan juga ikut lomba. Mereka tetap menggunakan gelang kaki agar terkontrol, tetapi yang ingin kita bangun adalah kesadaran bahwa mereka juga manusia sama seperti kita,” ujar Agus.

Agus menambahkan, semangat kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa pembinaan tidak sekadar soal keamanan.

Perlombaan tradisional yang melibatkan keluarga besar Kemenimipas, termasuk Anak Binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang di Poltek Imipas Tangerang, Jumat (28/8/2026).

Lebih dari itu, pembinaan bertujuan membentuk karakter, memulihkan kepercayaan diri, dan menyiapkan reintegrasi sosial.

Ketua Panitia Acara, Masjuno, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan adalah kebersamaan.

“Berlangsung lomba kerakyatan yang familiar: balap karung, masukkan paku ke botol, makan kerupuk, mencabut koin, gebuk bantal, panjat pinang, hingga memancing. Ribuan pegawai organik maupun non-organik ikut mendukung kemeriahan ini,” jelasnya.

“Satu lagi yang menarik, semangat asimilasi warga binaan juga hadir. Ini luar biasa sekali,” tambah Masjuno.

Kemenimipas melalui kegiatan ini menunjukkan komitmen menghadirkan sistem pembinaan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan menghormati martabat manusia.

Semangat tersebut sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam memperkuat kualitas pembinaan warga binaan dan anak binaan agar semakin bermanfaat bagi masyarakat. (Rmt)

Share This Article