Keberadaan pintu gerbang udara utama Indonesia kini semakin memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga di sekitar.
Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengambil langkah nyata mengatasi persoalan gizi buruk balita sekaligus menyiapkan tenaga kerja berkualitas di industri penerbangan.
Melalui aksi sosial bertajuk InJourney Airports Pangan Berdaya Penurunan Stunting dan Pencegahan Gizi Buruk Tahun 2026, manajemen menyasar 140 balita berstatus gizi kurang dan sangat kurang (underweight) di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Pihak bandara menyalurkan 4.000 porsi makanan tambahan (PMT) yang berjalan melalui Posyandu pada delapan desa selama 28 hari.
Tak berhenti pada bantuan nutrisi, pengelola bandara ini juga menyerahkan 140 paket hygiene kit.
Bandara Soetta juga menggandeng pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta kader Posyandu untuk mengedukasi warga mengenai kebersihan diri, sanitasi lingkungan, gizi seimbang, dan kesehatan keluarga.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan bahwa pihak pengelola memandang warga sekitar sebagai bagian penting dari keberadaan kawasan bandara.
“Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bagian dari masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kami ingin keberadaan bandara dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui dukungan terhadap kesehatan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Heru pada Rabu (8/10/2026).
Pelatihan Airport Rescue Fire Fighting (ARFF)
Selain sektor kesehatan, manajemen Bandara Soetta juga menggelar program InJourney Airports Cerdaskan Bangsa untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja bagi masyarakat sekitar.
Program Sertifikasi Keahlian Kebandarudaraan Basic Airport Rescue Fire Fighting (ARFF) ini merangkul 20 peserta untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi selama 30 hari di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi serta kesiapan kerja warga sekitar, khususnya pada bidang keselamatan penerbangan dan penanggulangan keadaan darurat.
“Melalui program Cerdaskan Bangsa, kami ingin memberikan bekal yang dapat membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berkembang dan memiliki daya saing di industri penerbangan,” kata Heru.
Heru menambahkan bahwa seluruh agenda kepedulian sosial ini mengusung pola kolaborasi agar memberikan hasil yang tepat sasaran serta berkelanjutan.
“Harapan kami, masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat tumbuh bersama dengan keberadaan bandara. Anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, sementara masyarakat usia produktif memiliki kompetensi dan peluang yang semakin baik,” tutur Heru. (Rmt)

