TNI AU Kerahkan Dua Caracal, Kolaborasi Lintas Matra Dalam Operasi Militer Selain Perang 

By
2 Min Read

TNI Angkatan Udara memperkuat sinergitas antarmatra dalam mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melalui latihan Shipboard Operation (SBO) yang melibatkan dua helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 dengan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100.

Asops Kasau Marsda TNI Jorry S Koloay, memimpin latihan didampingi Komandan Grup 2 Heli Marsma TNI A F Picaulima. Skenario latihan dirancang untuk menguji kemampuan awak helikopter dalam melaksanakan operasi terpadu unsur udara dan laut, termasuk pemanfaatan kapal perang sebagai bagian dari dukungan operasi.

Latihan diawali dengan penerbangan dua helikopter Caracal dari Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor, menuju KRI Sriwijaya-100 yang berperan sebagai pusat komando operasi. Dari kapal perang tersebut, kedua helikopter melanjutkan penerbangan menuju Koarmada I untuk melaksanakan pemasangan Bambi Bucket sebagai perangkat pendukung pemadaman kebakaran dari udara.

Lalu, helikopter bergerak menuju Danau Sunter untuk melakukan “water loading” (pengisian air) sebelum “water release” di Pulau Edam.

“Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari skenario latihan untuk menguji kemampuan awak dalam melaksanakan prosedur operasi pemadaman karhutla, mulai dari persiapan peralatan, pengisian air, hingga pelepasan air di area sasaran,” jelas Kadispenau Marsma TNI Feri Yunaldi, dalam keterangannya, Minggu (8/11/26) di Jakarta.

Melalui latihan ini, sambung Kadispenau, interoperabilitas antarmatra taak hanya diwujudkan melalui koordinasi pergerakan unsur udara dan laut, tapi juga melalui kesamaan prosedur, komunikasi, serta kemampuan bekerja secara terpadu dalam mendukung keberhasilan misi.

“Keterlibatan (Kapal Induk) KRI Sriwijaya-100 bersama unsur TNI AU dan TNI AL menjadi gambaran pentingnya kolaborasi lintas matra dalam menghadapi berbagai tantangan operasi, termasuk penanggulangan bencana yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan efektif ” katanya

Latihan ini, kata dia, sekaligus menegaskan komitmen TNI AU untuk terus meningkatkan kesiapan alutsista, kemampuan personel, serta interoperabilitas dengan matra lain guna mendukung pelaksanaan tugas OMSP dan mewujudkan kekuatan TNI yang profesional, adaptif, dan tangguh.(rls/MRZ)

 

 

 

 

Share This Article