Home Berita Mathla`ul Anwar Serukan Perangi Bahaya Narkoba

Mathla`ul Anwar Serukan Perangi Bahaya Narkoba

0
Mathla`ul Anwar Serukan Perangi Bahaya Narkoba dan Sambut Baik Kerjasama BNN dan Kemenag RI.

Semua elemen dihimbau agar waspada dan peduli terhadap bahaya narkoba. Penyalahgunaan narkoba saat ini dinilai sudah darurat dan mengkhawatirkan.

“Jika Bupati dan anak mantan wapres saja sudah terlibat narkoba, bagaimana rakyat lainnya,” ujar Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Mohammad Zen selepas rapat koordinasi dengan Badan Nasional Narkotika (BNN) di Jakarta, Kamis (17/03/2016).

Zen menduga, fenomena narkoba ini seperti gunung es yang muncul di permukaan hanya sebagian kecil. Sementara yang tidak terekspos media ditengarai lebih besar dan sangat mengerikan.

“Saat ini kita sudah berada pada tahap darurat narkoba. Karenanya, semua pihak tanpa kecuali harus ambil peranan dalam memerangi bahaya narkoba ini,” tegas Zen.

Bisnis narkoba diduga memiliki omset triliunan rupiah dan melibatkan berbagai kalangan dari dalam dan luar negeri. Dengan dana triliunan ini jaringan pengedar narkoba leluasa mengatur semuanya. Namun negara tidak boleh kalah serta harus hadir memberantas sampai tuntas, sehingga negara ini bebas dari narkoba.

“BNN sebagai ujung tombak diharapkan lebih intensif lagi bekerjasama dengan berbagai pihak, sehingga generasi kita terselamatkan dari bahaya narkoba,” tambah Dekan Fakultas Agama Universitas Mathlaul Anwar tersebut.

Ia juga menuturkan, semua institusi pendidikan, termasuk pesantren harus bahu membahu dan digunakan sebagai instrument untuk memerangi bahaya narkoba.

Mathla’ul Anwar, sambung Zen, menyambut baik kerjasama antara BNN dan Kementerian Agama yang akan mengembangkan Pondok Pesantren sebagai pusat informasi, konsultasi dan rehabilitasi narkoba. “Mathlaul Anwar siap bekerjasama dengan BNN untuk memerangi bahaya narkoba ini dengan memberikan penyuluhan, konsultasi bahkan sebagai tempat rehabilitasi,” pungkas zen

Pada kesempatan lain, Ketua FKPP Tubagus Masnun juga menyambut baik kerjasama Kemenag dan BNN. “Pesantren perlu memperkuat pengetahuannya tentang narkoba, karena ditengarai saat ini pesantren menjadi sasaran pengedaran dan penyalahgunaan Narkoba, seperti ramai diberitakan media beberapa hari ini,” kata Tubagus.

Di beberapa pesantren ada yang sudah memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Poskestren dapat dikembangkan menjadi Pusat Informasi, Konsultasi dan Rehabilitasi Narkoba dengan dukungan BNN. (Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here