Home Berita ​Andika Hazrumy Rela Stand Up Comedy untuk Kumpulkan Dana Kampanye

​Andika Hazrumy Rela Stand Up Comedy untuk Kumpulkan Dana Kampanye

0

Calon Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy siap melakukan langkah taktis untuk pengumpulan dana kampanye. Salah satunya adalah rela stand up comedy atau melawak di depan khalayak. Menurutnya, cara-cara seperti itu bisa dilakukan dan menjadi hal baru dalam mengumpulkan uang kampanye.

Meski siap, Andika akan lebih dahulu berkomunikasi dengan tim pemenangannya. “Hal baru yang bisa digarap tentunya akan kita kerjakan. Termasuk stand up comedy yang saat ini tengah marak di masyarakat. Minimal kan juga sebagai ajang pengenalan diri. Namun hal tersebut masih harus di komunikasikan dengan timnya. Kita kan kerja tim,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan dengan metode baru dalam pengumpulan dana bisa dilakukan apa saja. Terutama yang bisa menarik minat masyarakat. Cara lain juga akan digarap, misal pengumpulan melalui kader dari partai pendukung. Semua yang bisa menghasilkan tentunya akan digarap.

Disinggung soal bayarannya kalau jadi stand up comedy, Andika belum mau merinci. Ia menegaskan semua itu masih dalam tahapan wacana. Masih dimatangkan. Jika diterima oleh tim suksesnya pasti nanti akan dirumuskan.

“Masih melihat dinamika. Jika cara ini efektif untuk menarik minat masyarakat pasti jadi bahan pertimbangan untuk kita lakukan,” ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR-RI ini mengatakan, untuk penggalangan dana kampanye masih dalam pembahasan. Teknisnya seperti apa, itu dirapatkan oleh tujuh partai pendukungnya. “Dalam waktu dekat ini akan ada kesepakatan seperti apa metode penggumpulan dananya,” ujarnya.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten Media Warman mengungkapkan, untuk pengumpulan dana kampanye masih dalam pembahasan. Selagi belum ada keputusan tim pemenangan WH-Andika, seluruh kader Partai Demokrat sudah mulai bergerak.

Cara lama seperti penggunaan dana pribadi kader masih dipakai. Kader yang menjadi anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota kini sudah mulai membuat spanduk, baliho ataupun alat peraga lainnya. Kalau mengumpulkan warga juga bisa dilakukan, namun uang transportasi dan keperluan lainnya dari kantong pribadi.

“Anggota dewan kan punya basis massa dan tahu cara mengumpulkan warga. Untuk biaya keperluannya, diambil dari uang sendiri. Belum ada sumbangan, berapa yang harus dikeluarkan dari para kader,” ujarnya.

Soal adanya sumbangan dari pengusaha, Media Warman belum mau menjawab. Ia mengatakan, kalau untuk masalah itu tidak bisa dijelaskan. Yang pasti pihaknya akan transparan soal berapa uang sumbangan dari pengusaha. “Kan ada ketentuannya maksimal dari swasta Rp 500 juta,” ujarnya.

Hal berbeda dikatakan partai pengusung calon Gubernur Banten Rano Karno Embay Mulya Syarief. Menurut Ketua DPD Partai NasDem Kota Tangsel Adirman Mallu mengatakan, untuk biaya kampanye didominasi dari pasangan calon. Pihaknya hingga kini belum mendapat informasi berapa uang yang diberikan untuk konsolidasi pemenangan Rano Karyo- Embay Mulya Syarief. Sambil menunggu kucuran dana, tim berjalan sendiri-sendiri. “Tidak ada agenda khusus. Sekarang yang ada dikerjakan. Uang masing-masing,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPD PDIP Banten, dr Riyo Kristian Utomo mengatakan untuk pengumpulan dana pilgub masih dalam pembahasan. Ia belum mau memberikan bocoran seperti apa uang yang dikumpulkan. “Nanti saja kalau masalah uang kampanye,” ujarnya. (Ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here