Home Berita Pengawas Ketenagakerjaan Tangsel Ingatkan Pentingnya Serikat Buruh

Pengawas Ketenagakerjaan Tangsel Ingatkan Pentingnya Serikat Buruh

0

Pengawas ketenagakerjaan Dinas Sosial  Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Tua Rusli menyatakan pentingnya serikat buruh yang menjadi wadah bagi para buruh sebagai mitra perusahaan dan pemerintah. Menurutnya, dengan adanya serikat buruh yang menjadi mitra berbagai kekurangan dan kelebihan menyangkut persoalan buruh dapat teratasi dengan sinergitas yang terjalin.

“Serikat buruh penting sebagai mitra pemerintah dan perusahaan (pengusaha) yang bersinergi menjawab berbagai persoalan buruh baik kekurangan dan kelebihannya,” ucap Tua Rusli kepada tangerangonline.id di kantor Dinsosnakertrans BSD Serpong, Selasa (3/10/2016).

Dirinya juga menambahkan, untuk mendirikan serikat buruh dalam sebuah perusahaan, karyawan secara inisiatif dapat langsung membentuk serikat. “Dan setelah itu biasanya akan juga diarahkan oleh pimpinan cabang sarikat  buruh yang sudah ada untuk membentuk PUK ditiap perusahaan,” tambahnya.

Berbagai persoalan menyangkut buruh, Rusli juga menyatakan terdapat berbagai persoalan yang cukup pelik. Dari mulai ketentuan gaji buruh yang kerap di bawah UMR (upah minimum regional). “Masalah UMR dan yang lainnya, pelik nemang persoalan buruh, masalah UMR contohnya, setiap perusahaan juga kan banyak yang secara kekuatan finansial belum mampu menggaji karyawan sesuai UMR, perusahaan tidak selalu besar, di Tangsel banyak perusahaan skala kecil dan menengah,” keluhnya.

Di sisi lain, mediator hubungan industrial Muhamad Oji mengatakan dalam realitanya juga kerap terjadi perselisihan antara buruh dan perusahaan. “Ini juga menjadi tugas kita untuk menjadi mediator atas perselisihan itu. Adapun solusi yang bisa dilakukan atas perselisihan, sifatnya kita hanya memberi anjuran saja,” ujarnya.

Oji juga mengatakan jika perselisihan tak kunjung usai sampai dengan tingkatan mediasi dan perundingan, maka dapat juga  perusahaan dan buruh menempuh persidangan. “Jika belum ada titik temu dari mediasi dan perundingan, bisa juga di selesaikan melalui PHI (Pengadilan Hubungan Industrial),” selorohnya. (Bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here