Home Berita SMP dan SMA di Pasarkemis Disegel Penghibah Lahan

SMP dan SMA di Pasarkemis Disegel Penghibah Lahan

3

Sekolah SMP dan SMA Yayasan Daarul Mujtahidin dengan luas tanah 1944 meter persegi di Kampung Pabuaran RT 03/06, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang disegel pihak mengatasi namakan penghibah lahan. Penyegelan ditengarai adanya sengketa antar pengurus yayasan dengan sang penghibah tanah dari Yayasan Mujtahidin.

Sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2005, H. Achmad Djarnudji, BA menyampaikan agar Rohman selaku penghibah bersabar untuk memperoleh profit karena dalam perjalanan lembaga belum memperoleh hal tersebut. Rohman pun menerima alasan tersebut dan bersabar.

Menurut pengakuan pihak Rohman, H. Achmad Djarnudji akan memberangkatkan Ibadah Haji karena secara perhitungannya Rohman adalah orang yang sangat berjasa hingga berdirinya Yayasan.

“Setelah Djarnudji meninggal, Ghazali Taufik, anak dari Djarnudji malah mengklaim bahwa tanah seluas 1944 meter persegi tersebut adalah milik bapaknya,” ujar Rohman si penghibah tanah yang sekarang didirikan Yayasan Mujtahidin kepada tangerangonline.id saat ditemui di Yayasan Mujtahidin, Senin (31/10/2016).

Lanjut Rohman, dari tahun 1999 dirinya sudah sangat sabar menghadapi perangai dari keluarga Djarnudji, tapi dirinya merasa semakin didzolimi, karena janji membagi keuntungan dan naik haji tak kunjung diterima.

“Saya merasa tak dianggap dalam berdirinya Yayasan Mujtahidin, dan saya pun dijadikan anggota di dalam Akta Yayasan Mujtahidin, padahal dari awal saya adalah Wakil Ketua di Akta Yayasan Mujtahidin,” terangnya terkait motif menyegel gedung sekolah tersebut. (Yan)

3 COMMENTS

  1. Hak Jawab dan klarifikasi atas berita yang salah tentang masalah yang disengketakan oleh tuan Abdul Rohman, yang konon katanya yang menghibahkan tanahnya kepada alm. H.A.Dj.
    Perlu digarisbawahi dan diluruskan bahwa Ayahanda membangun sekolah pada April 1998 tersebut adalah diatas tanah yang sudah dibeli/ dibebaskan dari para pemilik sebelumnya yaitu tanah bekas milik para ahli waris H.Jainan bin Ajenan, persisnya bangunan sekolah DM tersebut berdiri diatas tanah bekas milik Rohamah ( belakangan diketahui yang masuk dalam gabungan Akta Hibah) dan tanah bekas milik Abdul Rohman yang sudah ada surat Akta Jual Beli nya, walaupun AJB tersebut diproses pembuatannya terlambat dan diundur berulang tahun sampai pada tahun 2007 dari waktu yang seharusnya, karena untuk urusan yang besar sangat tidak mungkin Ayahanda membangun gedung sekolah di atas tanah yang status kepemilikannya tidak jelas dan/atau belum dibebaskan apalagi masih berstatus tanah milik orang lain, dan saya sangat yakin 100 % dengan akhlaq dan kepribadian ayahanda yang selalu menjunjung tinggi kebenaran dan kehati-hatian dalam bertindak.
    Perlu diketahui bahwa dahulunya pada tahun 1995-1998 tanah tempat berdirinya bangunan sekolah tersebut adalah bekas tanah sawah, yang kemudian karena kondisi tanah sawahnya turun kebawah seperti tangga, maka sawah tersebut di urug dengan menggunakan tanah darat dari atasnya dari tanah bekas milik para ahli waris H.Jainan bin Ajenan lainnya yang sudah terlebih dahulu dibeli/dibebaskan oleh Ayahanda, karena secara logika akal sehatnya jika tanah miliknya belum dibeli/ dibebaskan oleh Ayahanda, kemudian di keruk dan digunakan untuk mengurug sawah yang bukan miliknya, maka mana mungkin hal itu terlaksana dan dapat dipastikan bahwa mereka akan protes keras , bahkan tidak akan mungkin membiarkan hal itu terjadi.
    Sedangkan surat pernyataan kesediaan adik kami A.Ghazali Taufik salah satu ahli waris alm.H.A. Djarnudji sebagai pengganti pendiri/pembina yayasan untuk memberikan tanah seluas 944 m2 kepada Abdul Rohman itu adalah berawal dari tekanan dari tuan Abdul Rohman untuk meminta Akta Hibah dan menuntut agar tanah seluas 1.944 m2 dikembalin dan diserahkan kepadanya yang konon katanya letaknya adalah dimana gedung sekolah itu berdiri padahal tidak ada sedikitpun tanahnya tuan Abdul Rohman yang masuk dalam gabungan Akta Hibah tersebut, dan karena ketidaktahun kami dan data yang kami miliki juga saat itu masih minim dan kami merasa agak bingung untuk menyelesaikan masalah ini kecuali jalan keluarnya adalah dengan membuat kesepakatan untuk memberikan tanah tersebut seluas 944 m2, hal tersebut dilakukan karena tidak ada keterusterangan dari tuan Abdul Rohman tentang kebenaran dan keberadaan letak posisi tanah yang dimaksud dalam Akta Hibah tersebut, dan sepertinya ada kesengajaan agar tidak terdeteksi jika tuan Abdul Rohman sedang menyembunyikan fakta yang sebenarnya, sehingga apa yang dikatakan dan diinginkan oleh Abdul Rohman kami turuti, kami waktu itu merasa lelah telah melakukan +/- 12 kali pertemuan tapi tidak ada hasil yang bisa menuntaskan permasalahan, karena dari beberapa kali pertemuan, dari beberapa kali terjadi kesepakatan, dari beberapa kali mengucapkan perjanjian untuk mentaati kesepakatan, tapi begitu keluar dari arena pertemuan maka di lain waktu dan di lain hari masalah2 dulu dan sekarang di goreng kembali dengan ucapannya dan sikapnya yang berubah-ubah kembali 180 derajat dan jika kita perhatikan antara ucapan dan perbuatan agak tidak singkron, dan terkesan mengada-ada.
    Namun apa yang terjadi selanjutnya setelah kesepakatan tersebut diatas ditandatangani bersama dengan para saksi dari aparat kelurahan, Binamas, Babinsa, Keluarga besar ahli waris alm. H. Jainan bin Ajenan, dan Tokoh Masyarakat Ds. Pangadegan, pada saat diadakan pertemuan untuk eksekusi penentuan pengukuran dan penentuan letak tanah yang menjadi tuntutannya, tuan Abdul Rohman dengan tegas dan terang-terangan menolak dan tidak bersedia untuk melanjutkan kesepakatan tersebut kemudian keluar meninggalkan ruang sidang pertemuan dan tidak kembali keruangan, sehingga secara mutlak dan otomatis semua perjanjian kesepakatan yang sudah ditandatangani sebelumnya tersebut menjadi BATAL dan perjanjian kesepakatan sudah tidak berlaku lagi.

  2. Coba Perhatikan dan Baca dengan seksama Spanduk Segel Raksasa ini dan Spanduk dibawahnya :
    1. SEKOLAH INI DISEGEL AHLI WARIS :
    a. Orang ini Ahli Warisnya siapa kah….?
    b. Gedung Sekolah ini sebenarnya siapa kah yang membangun dan punya siapa kah….?
    c. Sebenarnya siapa kah yang jadi ahli waris dari pendiri/pemilik gedung sekolah ini…..?
    d. Yang di segel ini Gedung Sekolahnya atau Sekolahnya….?
    e. Punya Hak apa kah si penyegel ini memagar, merusak, membuat kegaduhan, menghalang-halangi dan melarang murid2 masuk kelas untuk belajar, membuat palang pintu masuk ke ruangan kelas dan ruang guru.

    2. SEKOLAH INI DESEGEL AHLI WARIS ( ROHMAN ) KEMBALIKAN AKTA HIBAH DAN BERIKAN HAK-HAK SAYA ATAS TANAH YANG DIGUNAKAN BANGUNAN SEJAK TAHUN 1999 SAMPAI DENGAN SEKARANG
    a. Ooooo….ternyata si penyegel ini bernama ROHMAN ( Abdul Rohman bin H. Jainan bin Ajenan )
    b. ROHMAN (Abdul Rohman) itu siapanya pendiri/pemilik gedung sekolah ini…..?
    c. Apakah ROHMAN itu ada hubungan darah satu garis keturunan kah dengan pendiri/pemilik bangunan sekolah ini…?
    d. Apakah ROHMAN pernah ada kesepakatan setor / urunan modal / biaya / dana untuk membangun gedung sekolah ini….?
    e. Jika tidak ada hubungan darah satu garis keturunan.., Jika tidak ada penyertaan modal di setor.., Jika bangunan sekolah tidak berdiri di atas tanah milik ROHMAN.., maka ada urusan apa kah ROHMAN menyegel sekolah yang bukan miliknya dan bukan pula ahli waris pemilik gedung sekolah ini….?
    f. KEMBALIKAN AKTA HIBAH…, ….Akta Hibahnya siapa kah…? …tanah yang kalian hibahkan itu tanahnya siapa kah…? ….Apa kah maksud dan tujuan Rohman membuat Akta Hibah ..? padahal kalian tahu bahwa tanah yang masuk dalam akta hibah tersebut adalah tanah miliknya orang lain ( Rohamah, Kardiyo,Cs, H.Amsar Kubil, Abdul Rojak, Anah Lianah dan Hj. Rohmi ) dan bukankah kalian tahu dan sangat faham bahwa dengan izin Allah tanah bekas warisan H.Jainan tersebut sudah dibeli/dibebaskan sejak tahun 1995-1998, bukankah kalian tahu dan mengerti pula bahwa atas transaksi jual beli tersebut seharusnya di buat Akta Jual Beli…? tapi apa sebenarnya maksud dan tujuan kalian membuat akta hibah dari atas nama kalian sendiri Abdul Rohman (ROHMAN) kepada H.Ach.Djarnudji,BA, sehingga seolah-olah telah terjadi hibah beneran, padahal hal itu tidak benar dan sangat tidak elok dan sangat menyalahi aturan agama dan aturan negara.
    g. BERIKAN HAK-HAK SAYA ATAS TANAH YANG DIGUNAKAN SEJAK TAHUN 1999 SAMPAI DENGAN SEKARANG..!, …Coba deh kalian pikir dengan akal sehat bukan dengan emosi yang tidak beralasan,
    Anda sangat sering dan sangat banyak menuntut hak-hak, …sebenarnya hak apa atas kalian yang harus dipenuhi dan tidak dipenuhi ….?
    Kemudian sebenarnya tanahnya siapa kah yang digunakan sejak tahun 1999 s/d. sekarang…? bukankah kalian tahu dan faham bahwa tanah yang digunakan untuk membangun gedung sekolah itu sebelumnya/dahulunya memang bekas tanahnya para ahli waris H.Jainan bin Ajenan, tapi kan kalian tahu dan mengerti bahwa tanah itu sudah terlebih dahulu dibeli/dibebaskan oleh Ayahanda sejak tahun 1995 – 1998…, dan kalian juga tahu ayahanda membangun sekolah dimulai sejak bulan April 1998 sampai akhir tahun 1998, dan kalian juga tahu bahwa di awal tahun 1999 itu sudah mulai persiapan untuk menyongsong penerimaan murid baru dan pada Juli tahun 1999 mulai dilaksanakan kegiatan belajar mengajar TA-1999/2000. Jadi Hak-hak apa yang harus diberikan kepada kalian…? padahal sudah sangat banyak yang kalian nikmati hasilnya dari adanya sekolah yang dibangun oleh ayahanda ini, namun kalian selalu merasa tidak bersyukur dan bahkan terkesan mengkhianati apa yang sudah didapat selama ini, dan apakah kalian pikir bahwa kalian punya hak dan wewenang untuk mengatur…?

    Apakah kalian berfikir bahwa ayahanda membangun sekolah sebesar dan seluas itu diatas tanah milik orang lain…? di atas tanah hibah kah atau di atas tanahnya kalian, begitu kah…? Kami sarankan mulai dari sekarang coba untuk menata diri dan menata hati, agar tidak semakin bengkok dan dapat mengenali diri.

  3. Jika seandainya saja kalian meyakini dan mengimani adanya negeri akhirat, maka saya sangat yakin kalian tidak akan melakukan perbuatan dzolim seperti ini, dan jika seandainya saja kalian mau bertobat, mengakui kekeliruannya, niscaya Allah SWT maha pengampun lagi maha penyayang, maka saya sangat yakin kalian akan segera bertaubat dan menghentikan sandiwara drama kemungkaran ini.
    Tapi sebaliknya jika kalian mengingkari adanya negeri akhirat dan hari pembalasan, artinya sama saja kalian ini mengingkari adanya Allah SWT, dan tentunya orang seperti ini cenderung tidak akan pernah mengakui kesalahan dan kekeliruannya, dan ciri-ciri orang seperti ini adalah orang yang tidak pernah mau bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, hobi berlaku khianat, dan hubbud dunia dan melupakan akhirat, meskipun ahli ibadah tapi seperti ada keengganan untuk menghindari perilakunya menjurus kearah perbuatan dzolim…” Astaghfirullaah… “ Naudzubillahi Mindzalik “

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here