Home Berita Gema Kosgoro Minta Jokowi Tegakan Hukum Terkait Dugaan Penistaan Agama

Gema Kosgoro Minta Jokowi Tegakan Hukum Terkait Dugaan Penistaan Agama

0

Aksi unjukrasa besar-besaran Bela Islam yang digelar pada 4 November dinilai sebagai bentuk kegeraman terhadap tindakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pemerintah pun dianggap lambat menyikapi dugaan penistaan agama mantan Bupati Belitung Timur itu.

Memuncaknya kegelisahan publik dalam hal lambannya penindakan kasus dugaan penistaan ayat suci Al Quran oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, disikapi Gerakan Mahasiswa Kosgoro dengan mengirim surat kepada Presiden Jokowi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Mahasiswa (Gema) Kosgoro, Untung Kurniadi mengungkapkan dalam suratnya, Gema Kosgoro menyerukan Presiden Jokowi dan jajarannya untuk dapat memberikan suri tauladan dengan berpihak kepada kebenaran, bertindak adil bijaksana dan menegakan supremasi hukum tanpa pandang bulu.

“Kami memohon bapak Presiden dan jajarannya dapat menjadi suri tauladan dengan berpihak kepada kebenaran, bertindak adil bijaksana dan menegakan supremasi hukum tanpa pandang bulu,” kata Untung, dalam keterangannya, Rabu (2/11/2016).

Gema Kosgoro, kata Untung, dapat merasakan kegelisahan rakyat dari Sabang sampai Merauke, terlebih menyusul rencana aksi 4 November 2016. 
“Publik gelisah. Kami menyerukan kepada bapak Presiden dan seluruh stakeholder negeri untuk kembali meneguhkan komitmennya terhadap tujuan berdirinya negara Republik Indonesia sebagaimana termaktubkan dalam pembukaan UUD 1945,” ujar Untung.

Untung pun mengutip pembukaan UUD 1945, bahwa kemudian daripada untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab. 

Kemudian persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami juga berharap bapak Presiden dapat memimpin bangsa Indonesia dengan menyatukan negeri dan menggapai cita-cita sebagaimana yang diamanatkan para pendiri negeri dalam pembukaan UUD 1945. Semoga ALLAH SWT menolong bapak Presiden dan menyelamatkan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here