Home Berita Tega, Ini Cara Ibu Tiri Menganiaya Dafa

Tega, Ini Cara Ibu Tiri Menganiaya Dafa

0

Rekonstruksi kasus kekerasan Dafa Mustakim (7), bocah SD kelas 1 yang tewas dianiaya ibu tiri Suyati digelar di sebuah kontrakan yang berada di kawasan Kelurahan Larangan Indah, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Rabu (9/11/2016).

Rekonstruksi tersebut nyaris ricuh, warga yang menyaksikan rekonstruksi tersebut berebutan untuk berusaha menghakimi Suyati yang ditetapkan sebagai tersangka tadi malam. Para ibu-ibu yang kesal melihat Sayuti meneriaki tersangka. Polisi yang melihat keadaan yang kurang  kondusif, akhirnya memasang garis pembatas agar warga yang melihat tak mendekati lokasi rekonstruksi tersebut.

Turut hadir ayah dan ibu kandung bocah malang tersebut. Bahkan, ibu kandung korban tak kuasa menahan air mata, saat menyaksikan adegan penganiayaan tersebut. Sehingga yang menewaskan anaknya. Lalu, ibu korban nyaris pingsan dan harus digotong menjauh dari kerumunan warga.

Dalam rekonstruksi, ada 17 adegan yang diperagakan oleh tersangka. Ada pun diantaranya ada tiga adegan inti, dimana Suyati memukul, mencolok mata korban serta membenturkan kepala Dafa ke tembok yang mengakibatkan Dafa tewas, walau sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat ada retakan dibagian tengkorak kepala.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Wiji Lestanto mengatakan, rekonstruksi kematian Dafa dibutuhkan untuk menggambarkan kejadian yang sebenarnya, agar melengkapi berita acara perkara guna kepentingan persidangan.

“Total ada 17 adegan. Kami akan segera menyerahkan berkasnya ke Kejaksaan untuk segera disidang di Pengadilan,” jelas AKBP Wiji. 

Sementara Mustakim, ayah kandung korban mengaku, tidak menyangka istrinya akan melakukan kekerasan terhadap Dafa. Dirinya menjelaskan, pekerjaannya sebagai sopir kerap berangkat pagi dan pulang malam, sehingga tidak bisa selalu memantau Dafa. Menurutnya, Suyati terlihat biasa saja saat di hadapannya ketika dirinya ada di rumah. 

“Saya menyayangkan hal ini terjadi. Saya menyerahkan proses hukum ke polisi,” terangnya. (Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here