Home Berita Keamanan Faktor Penting Masuknya Investor di Tangsel

Keamanan Faktor Penting Masuknya Investor di Tangsel

0

Faktor keamanan internal maupun eksternal masih menjadi kendala bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kota Tangerang Selatan, sehingga pertumbuhan ekonomi di Tangsel masih belum terlihat kondusif.

Menurut Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Tangsel, Gusri Effendy, sentimen keamanan dalam pertumbuhan ekonomi bagi investor manjadi acuan utama. Investor akan memasukkan modalnya pada daerah yang kondusif atau tidak terjadi gejolak.

“Jadi masalah keamanan dalam suatu bisnis itu sangat penting. Keamanan itu luas ada masalah yang ditimbulkan dari kekacauan luar ada juga dari regulasi,” katanya.

Kendati keamanan eksternal cukup baik di Tangsel, lanjut Gusri, namun persoalan keamanan internal pemkot yang perlu di perhatian jangan seperti tutup mata karena sebagian besar pengusaha mengeluhkan persoalan regulasi. Regulasi ini dalam hal tidak adanya transparansi berapa biaya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) per meternya dan izin HO atau gangguan keamanan.

“Beberapa pengusaha dari temen-teman bidang pariwisata  masih mengeluh belum terbukanya biaya berapa biaya per meternya IMB dan HO. Ini bertepatan dengan HUT Tangsel ada perubahan,” ujarnya.

Menurut Gusri,  pengusaha mengharapkan ada transparansi berapa biaya yang harus dikeluarkan sesuai aturan yang ada. Jangan malah dijadikan senjata untuk mematok harga tinggi di luar dari ketentuan ini menjadi persoalan besar bagi para investor di Tangsel dengan tujuan agar investor terus tumbuh pesat demi kemajuan ke depan.

“Inves hotel dan restauran di Tangsel cukup bagus minimal Rp 150 miliar untuk satu hotel sedangkan saat ini ada 13 hotel. 2017 ada 3 hotel yang akan muncul salah satunya seperti Amaris,” tambah ia.

Bidang pariwisata seperti hotel dan restauran menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup signifikan. Untuk menjaga dan merawat semakin banyak investor masuk bidang pariwisata pemkot perlu memberikan perhatian yang cukup.

“PAD mencapai Rp 1 triliun disumbang hotel dan restoran sebesar 30 persen. Hotel dan restauran sebagai usaha primadona yang harus dipelihara dan dilindungi oleh pemkot,” ia menambahkan.

Gusri menuturkan, Pemkot juga harus cermat apa yang dimiliki menjadi sumber pendapatan termasuk sebagai percontohan dunia karena banyak dari berbagai dunia ada di Tangsel dari berbagai aspek, seperti perusahaan atau pendidikan dan yang lain.

“Tangsel menjadi miniatur dunia berbagai negara ada di sini. Maka pemkot harus melihat ini,”ungkapnya.

Kebijakan Presiden Jokowi sangat bagus membentuk tim pemberantas pungli agar mampu mengurangi iuran diluar ketentuan, maka dari itu harus diikuti pemerintah daerah. Maka bukan tidak mungkin 2017 pertumbuhan ekonomi Tangsel naik menjadi 9 persen dari 8,9 persen.

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menargetkan ada kenaikan paling tidak 0,5 persen dari 8,9 persen pertumbuhan ekonomi Tangsel. Namun harapan jauh lebih besar dapat mencapai 9 persen di tahun 2017 mendatang.

“Menargetkan tahun 2017 mencapai 9 persen pertumbuhan ekonomi. Minimal ada kenaikan 0,5 persen saja itu kalau dirupiahkan sudah ratusan miliar,” katanya.

Tidak dapat dipungkiri sentimen keamanan terhadap pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh maka dari itu semua perizinan dilakukan melalui online sebagai upaya yang dilakukan oleh Pemkot. Ini adalah salah satu cara untuk melindungi investor dan memudahkan pelayanan. Ben menegaskan keamanan mendapatkan tingkat kepercayaan cukup baik dari para investor.

“Sudah dipegang oleh di BP2T ada dua hal menggunakan secara elektronik termasuk penandatanganan sudah tidak lagi harus basah tapi kita ada autoriti yang mendapatkan sertifikasi dari kementerian,” katanya. (ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here