Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel menggelar Sosialisasi HIV AIDS Kepada Stakeholder Pariwisata Kota Tangsel di Puspitek, Rabu (14/12). Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi bertambahnya jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Tangsel.
“Dengan adanya sosialisasi ini juga sebagai salah satu pengetahuan tentang cara dan pencegahan virus HIV/AIDS kepada stakeholder pariwisata,” ujar Kepala Budpar Kota Tangsel, Yanuar.
Dikatakannya stakeholder tersebut terdiri dari para karyawan kantor Budpar sebagai panitia penyelenggara dan SKPD terkait, para pekerja di dunia pariwisata, para pelaku industri pariwisata, pelajar dan mahasiswa.
“Saya berharap usai kegiatan berlangsung, kita dapat menumbuhkan kepedulian akan kesadaran kepada para pelaku usaha pariwisata yang ada di Kota Tangsel. Jangan sampai para pelaku industri pariwisata terjerumus dan terjangkit virus HIV,” paparnya.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Dinas Kesehatan Kota Tangsel Tulus Muladiyono memaparkan, dari jumlah tersebut mayoritas adalah usia produktif, yakni 18 sampai 40 tahun, dengan jumlah penderita HIV/AIDS ada 518 penderita yakni 429 pria dan 89 wanita yang tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Tangsel.
”Tangsel adalah kota yang strategis. Diapit oleh kota besar seperti Jakarta dan Kota Tangerang. Bukan Cuma investor saja yang datang, penyakit juga pada datang. Terlebih saat ini semakin banyak tempat hiburan malam di Kota Tangsel,” terang Tulus.
Menurutnya, semakin banyaknya kaum urban, semakin mudah pula penyebaran virus HIV/AIDS melalui hubungan seks bebas dan penggunaan jarum suntik pada narkoba.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tangsel AKBP Heri Istu menambahkan, selain lewat seks bebas, Tangsel merupakan zona merah peredaran narkotika. Lokasi strategis dan akses yang mudah dijangkau membuat para pengedar narkoba mengincar Kota Tangsel.
Mudahnya penyebaran virus HIV/AIDS lewat jarum suntik harus diketahui oleh masyarakat. Terlebih penggunaan narkotika heroin dan sabu. Para pengusaha dan pelaku hiburan malam harus mewaspadai peyebaran virus HIV/AIDS di lingkungan kerjanya. (Abi)