Beranda Berita Jaring Tandon Ciater Serpong Robek

Jaring Tandon Ciater Serpong Robek

0

Sebuah jaring digunakan untuk mengamankan ikan di pintu air Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan, sejak Sabtu (29/7/2017), robek.

Kondisi demikian diperkirakan terjadi setelah tak kuasa menahan besarnya volume air lantaran hujan deras sepanjang hari kemarin. Akibatnya, ribuan ekor ikan dari tandon yang diperkirakan berisi hingga 5 ton ikan tersebut raib terbawa arus air.

Apri, salah satu penglola tandon mengatakan, turun hujan dari siang kemarin berlangsung selama kurang lebih lima jam yang mengakibatkan voleme air di tandon bertambah, sehingga bertumpu pada pintu pembuangan air yang berada di bawah jembatan berlabel Tandon Ciater.

“Kalau itu sebetulnya bukan jebol, hanya bambunya gak tahan pas volume air bertambah kemarin, sehingga patah dan robek,” ujarnya, Minggu (30/7/2017).

Ia menambahkan, kejadian terjadi lantaran derasnya volume air yang keluar dan menyababkan bambu yang menahan jaring patah dan harus diperbaiki.

Sedangkan terkait jumlah ikan yang raib terseret arus tandon, ia tidak bisa memastikan. “Untuk ikan pastilah mas, ada yang keluar, tapi untuk jumlah kami belum tau karena kan tidak mungkin menghitunginya. Yang jelas tidak mungkin terlalu banyak dan tidak terlalu fatal, karena saat ini kami juga meminta untuk dibelikan jaring yang baru dan akan segera dipasang,” ungkapnya.

Diketahui, keberadaan ikan-ikan di tandon ini berasal dari berbagai kalangan dan bibitnya sengaja ditabur untuk turut menjaga lingkungan. Di antaranya, ribuan bibit ikan tersebut ditabur oleh Walikota Airin Rachmi Diany saat peringatan Hari Lingkungan Hidup dan pihak-pihak peduli lingkungan hidup lainnya dalam berbagai even, termasuk oleh kalangan swasta.

Berdasarkan pantauan tangerangonline.id, di lokasi robeknya jaring penghalang ikan tampak terlihat tumpukan sampah. Sedangkan pengunjung masih bisa menikmati dan melihat susana Tandon Ciater dengan air sudah surut dan ikan yang terlihat masih banyak. (Arf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini