Home Home Catatan Akhir Tahun Kinerja Bupati Ahmed Zaki Iskandar

Catatan Akhir Tahun Kinerja Bupati Ahmed Zaki Iskandar

0

Oleh: Budi Usman, Aktivis Tangerang Utara & Direktur Eksekutif Komunike Tangerang Utara

Komisi Pemilihan Umum RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018. Rencananya, pencoblosan akan dilakukan pada 27 Juni 2018 .

Bakal calon kepala daerah petahana Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyatakan siap untuk maju kembali dalam Pilkada Kabupaten Tangerang berdampingan dengan Tokoh muda Mad Romli yang nota bene Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya, Dukungan untuk Ahmed Zaki Iskandar maju di Pilbup Tangerang 2018 terus mengalir. Tercatat PDIP, Golkar, PPP, PAN, Demokrat, PBB dan PKPI

Pilkada Kabupaten Tangerang akan diselenggarakan pada 27 Juni tahun 2018. Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Tangerang akan masuk ke dalam kelompok besar pilkada serentak 2018. Di Banten sendiri, gelombang ketiga pilkada serentak ini akan di selenggarakan di 4 daerah yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Serang dan Kabupaten Lebak.

Dalam berbagai Kesempatan Bupati kabupaten Tangerang Zaki Iskandar mengatakan

Kalau sudah waktunya mungkin 5 atau 10 tahun lagi kenapa tidak pemekaran wilayah Tangerang Utara bisa terjadi saya akan dukung asalkan tujuan pemekarannya didasarkan untuk kesejahteraan masyarakat, jangan sampai Tangerang Utara kita mekarkan tapi masyarakatnya tidak sejahtera, yang terpenting sekarang Wilayah Pantura ini agar masyarakat sekitar untuk berperilaku pola hidup sehat dan tidak ada lagi aktivitas tidak sehat seperti sepanjang irigasi atau aliran sungai,” Ungkap Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, dalam sambutan diskusi yang diselenggarakan oleh Aktivis Tangerang Utara.

Selain itu, Bupati Tangerang menyampaikan, dalam kegiatan pembangunan yang berjalan saat ini semakin memberikan tekanan terhadap tata ruang, sehingga kemungkinan konflik penggunaan ruang semakin meningkat. Dalam UU No. 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang menjelaskan bahwa proses perencanaan, serta pengendalian pemanfaatan ruang harus sesuai dengan fungsi, efisiensi dan keadilan pemanfaatan ruang sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar

Jelang akhir Desember 2017 kemarin DPRD Kabupaten Tangerang dengan Pemkab telah aklamasi mengesahkan 6 Raperda menjadi Perda di antaranya rencana “Perda Seksi ” tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang yang sempat memantik pro dan kontra publik.

Meski terletak di hidung Jakarta sisi barat tidak berarti menjadi ikut segemerlap ibu kota. Kantong-kantong kumuh dan kemiskinan tetap ada. Melihat kondisi ini wajar jika Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Tangerang terpacu untuk membenahi. Terlebih ia mempimpin di tanah kelahirannya, lazim sekali mengubah wajah daerahnya tak tampak kumuh lagi. Mengingat masih ada 6,68% penduduk miskin dari populasi sekitar 3,3 juta jiwa menjadi perhatiannya.

Jurus andalan pria 42 tahun ini adalah Gebrak Pakumis alias Gerakan Bersama Rakyat Atasi Permukiman Padat, Kumuh, dan Miskin. Pria lulusan Victoria University Australia ini menjelaskan, ada tiga tipologi kawasan permukiman di wilayahnya, yakni kawasan nelayan pesisir utara, kawasan pertanian, perkotaan dan industri.

Zaki Iskandar yang terbilang sukses pimpin Kab Tangerang , semua tipe kawasan itu memiliki kesamaan, yakni sanitasi yang buruk dan kualitas rumah tidak layak. Tepatnya dari 407 kawasan padat, kumuh, dan miskin terdapat 13.950 keluarga tinggal di kawasan permukiman kumuh. Adapun yang kualitas bangunan rumah belum permanen sebanyak 81.440 unit, serta keluarga yang tinggal di bantaran sungai, situ, dan pantai sebanyak 5.283 keluarga.

Zaki  menargetkan hingga  tak ada lagi kawasan padat kumuh dan miskin di wilayah Kabupaten Tangerang.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengklaim telah mendorong investor mengembangkan kota industri di wilayah tersebut. Kota industri dipercaya mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang yang tahun ini ditargetkan Rp 1 triliun.

Berbeda dan lebih luas dari konsep kawasan industri yang sudah dikenal oleh masyarakat , kota industri merupakan konsep kota yang mengintegrasikan kawasan industri, hunian dan komersial dengan konsentrasi kegiatan penduduk yang tinggi dengan konektivitas yang baik dengan daerah-daerah sekitarnya. Adapun seluruh aktivitas diharapkan mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect) dan pengaruh pengumpulan kekuatan (polarisasi) lokal yang sangat besar.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan pengembangan kota industri akan turut mendorong pertumbuhan berbagai sektor di daerahnya, termasuk potensi sosio-ekonomi dan sumber daya lokal.

Badan Pusat Statistik Banten mencatat, tingkat kesejahteraan masyarakat antar wilayah sampai saat ini masih timpang. Sampai dengan 2015, pendapatan per kapita terbesar tercatat berada di Kota Cilegon yaitu Rp189,18 juta per kapita per tahun. Hal ini didorong konsentrasi industri di wilayah tersebut. Adapun wilayah lain jauh di bawah angka tersebut. Perinciannya, Kota Tangerang (Rp 61,6 juta), Kabupaten Serang (Rp 38,19 juta), Kota Tangerang Selatan (Rp 36,31 juta), Kota Serang (Rp 33,99 juta), Kabupaten Tangerang (Rp 30,27 juta), Kabupaten Pandeglang (Rp 16,97 juta), dan Kabupaten Lebak (Rp 16,32 juta).

Hingar bingar menyambut Pilkada biasanya diramaikan dengan munculnya sosialisasi dari para balon (bakal calon) dengan memasang media kampanye baik melalui media sosial, media massa, media luar ruang dan media dalam ruang (rumah-rumah pemilih). Pada umumnya, dengan semakin banyaknya pengguna media sosial, kampanye awal dilakukan dengan menggunakan media ini. Selain murah, penggunaan media sosial sebagai media kampanye juga dipandang efisien dan efektif sejauh penggunaannya dilakukan secara sistematis dan berdaya pikat.

Namun sampai setahun menjelang pelaksanaan pilkada Kabupaten Tangerang, tampaknya belum bermunculan bakal calon yang berani secara eksis menggelar sosialisasi di berbagai media itu.

Bahkan Menurut Pengamat dari Konsepindo Very Muklis bahwa Zaki Iskandar tak Ada Lawan?

Ada isu yang ramai dibicarakan di sosial media bahwa Paling tidak, pilkada ini jadi step stone alias batu loncatan baginya untuk maju di pilkada berikutnya itu.

Kembali ke pilkada Kabupaten Tangerang 2018, adakah petarung berani turun melawan Zaki?

Muncul kebingaran tampilnya Figur Mantan Sekda Iskandar Mislrsad namun banyak klaim beranggap Mirsad hanya menjadi Pelengkap Peserta Balon Bupati saja, Ekektsbilitas dan Popularitas Mirsad jauh dari harapan kepercayaan publik rakyat Kabupaten Tangerang yang di di dominasi pemilih Tradisionil dari kaum Nelayan dan Petani serta Buruh.

Mayoritas Rakyat Kabupaten Tangerang sangat kenal dan menyukai Sosok Zaki yang Populis,santun serta “bela kampung,”

Tentu kita harus tunggu beberapa bulan ke depan, paling tidak sampai batas akhir menjelang pendaftaran peserta pilkada.

Secara personal Zaki Iskandar mewarisi kehebatan ayahnya. Ia, sebagaimana ayahnya, adalah tokoh politik yang sukses. Tak ada yang berani membantah kepiawaiannya dalam berpolitik. Pria kelahiran Tangerang, 14 Desember 1973 ini adalah tokoh muda, berpengalaman di Senayan sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. Zaki yang merupakan alumni Victoria University Australia angkatan 1998 ini juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang.

Yang tak kalah penting untuk dicatat adalah Zaki punya seabreg prestasi memimpin Kabupaten Tangerang. Yang paling mudah dikenang adalah saat ia meraih Government Award, ia diberi anugerah itu sekaligus menjadi kepala daerah inspiratif atas prestasinya di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kreatif, peduli lingkungan, investasi, layanan publik, pariwisata, pembangunan kependudukan, tata kelola pemerintahan, kreativitas peningkatan PAD, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, UMKM dan koperasi, keterbukaan informasi publik, tata kota/ tata wilayah dan budaya.
memperkuat setiap usaha-usah

Rakyat Kabupaten Tangerang membutuhkan  Kinerja Bupati Tangerang merakyat dan pro kepentingan rayat kecil, semisal keberpihakan terhadap Buruh dengn Upah Minimum yang berkemanusiaan, petani yang ber swasembada Pangan serta Nelayan yang sehat beraktivis tanpa di gannggu prilaku Rezim Koorporat yang benar-benar mampu menyelesaikan masalah rakyat kecil yang termarjinal dalam berbagai persoalan hingga tuntas dan berkeadilan serta ikut menjaga air bumi dan laut dalam pengejewantahan UU 41/2009 perlindungan
Pertaniian serta UU 1/2014 tentang Pengelolaan Pesisir Perikanan.

Bupati Tangerang mempunyai tugas penting yaitu mengelola dana APBD untuk disalurkan dalam wujud pembangunan di berbagai bidang. Dana tersebut tentu dihimpun dari  keringat rakyat dan oleh sebab itu Kepala Daerah secara terbuka harus memberikan infomasi  seluruh program kegiatan dan aliran dana yang didistribusikan. Dengan kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini, maka penyampaian informasi tersebut cukup mudah dilakukan dengan memanfaatkan  media  cetak, televisi maupun internet. Rakyat ingin mengetahui perkembangan kinerja pemimpinnya sejak tahap perencanaan hingga realisasi.

Bupati Tangerang juga harus mampu bekerja dengan cepat dalam mengatasi berbagai permasalahan, seiring dengan dinamika kehidupan modern yang terus bergerak. Berbagai macam persoalan akan silih berganti, oleh sebab itu bila tak segera diselesaikan maka akan menimbulkan timbunan permasalahan yang semakin sulit untuk dipecahkan. Terkait dengan proses pemberian izin dan surat menyurat lainnya tidak perlu menunggu berhari-hari apalagi sampai berbulan-bulan dan terhindar dari  upaya pungutan liar.

Semoga dengan Catatan Akhir tahun terhadap kinerja positif Bupati Tangerang Zaki Iskandar Periode 2013 -2018 yang dapat sesuai dengan keinginan rakyat, maka kesejahteraan dan kemakmuran akan segera terwujud di kabupaten yang masih luas Lahan Hijau pertanian serta Hasil Pesisir dan Kaya Swasembada Pangan dan ikan Melimpah ini mampu di pertahankan secara maksimal di tenggah ancaman gerusan syahwat kekuasaan kelompok kapitalis dan koorporat (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here