Home Berita Penjelasan Lion Air Terkait Pesawatnya Mendarat Darurat

Penjelasan Lion Air Terkait Pesawatnya Mendarat Darurat

0

Sebuah pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-600 rute Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) – Jambi terpaksa mendarat darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Pesawat tersebut tinggal landas dari Bandara Soetta pukul 05.45 WIB, Minggu (1/4).

Corporate Communications Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, penerbangan JT-600 yang melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Palembang dikarenakan teknis.

“Demi alasan keselamatan, keamanan serta kenyamanan kru dan penumpang, pilot memutuskan untuk tidak melanjutkan penerbangan menuju Jambi. Pesawat JT-600 yang divert ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang (PLM), pesawat mendarat dengan sempurna,” kata Danang kepada tangerangonline.id, Minggu (1/4/2018).

Danang menyebutkan, seluruh penumpang yang berjumlah 206 dan kru dalam keadaan selamat. Saat ini berada di terminal bandara dan sudah memperoleh layanan terbaik (services on ground).

“Kami bekerjasama dengan teknisi dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan menjalankan perawatan pesawat tidak terjadwal. Lion Air akan menerbangkan kembali dengan jadwal keberangkatan terbaru dari Palembang menuju Jambi, menggunakan pesawat yang akan diterbangkan dari Batam,” jelasnya.

Pihaknya uga menginformasikan, saat ini terdapat dua pesawat yang segera dan sedang dilakukan perbaikan tidak terjadwal di Palembang. Hal tersebut berdampak pada potensi keterlambatan panjang (long delay), pada rute Jambi – Jakarta, Palembang – Jakarta. Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar penerbangan pada rute lainnya tidak terganggu.

“Kami berkomitmen dalam memenuhi serta menjalankan seluruh aturan yang telah ditetapkan, demi menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan,” ujarnya.

Dijelaskan Danang, seluruh penumpang yang terganggu penerbangannya, mendapatkan kompensasi sesuai kebijakan serta layanan terbaik.

“Kami menangani penumpang berdasarkan peraturan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015,” tandasnya. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here